Fauzan AB

Fauzan AB
Custom Red

Kamis, 21 Oktober 2010

Penyakit cikungunya

Chikungunya adalah sejenis demam virus yang disebabkan alphavirus yang disebarkan oleh gigitan nyamuk dari spesies Aedes aegypti. Namanya berasal dari sebuah kata dalam bahasa Makonde yang berarti "yang melengkung ke atas", merujuk kepada tubuh yang membungkuk akibat gejala-gejala arthritis penyakit ini.

Chikungunya berasal dari bahasa Swahili berdasarkan gejala pada penderita, yang berarti (posisi tubuh) meliuk atau melengkung (that which contorts or bends up), mengacu pada postur penderita yang membungkuk akibat nyeri sendi hebat (arthralgia). Nyeri sendi ini menurut lembar data keselamatan (MSDS) Kantor Keamanan Laboratorium Kanada, terutama terjadi pada lutut, pergelangan kaki serta persendian tangan dan kaki. Selain kasus demam berdarah yang merebak di sejumlah wilayah Indonesia, masyarakat direpotkan pula dengan kasus Chikungunya. Gejala penyakit ini termasuk demam mendadak yang mencapai 39 derajat C, nyeri pada persendian terutama sendi lutut, pergelangan, jari kaki dan tangan serta tulang belakang yang disertai ruam (kumpulan bintik-bintik kemerahan) pada kulit. Terdapat juga sakit kepala, conjunctival injection dan sedikit fotofobia.

Ujian serologi untuk Chikungunya tersedia di Universitas Malaya di Kuala Lumpur, Malaysia.

Tidak terdapat sebarang rawatan khusus bagai Chikungunya. Penyakit ini biasanya dapat membatasi diri sendiri dan akan sembuh sendiri. Perawatan berdasarkan gejala disarankan setelah mengetepikan penyakit-penyakit lain yang lebih berbahaya.

Penyebab penyakit ini adalah sejenis virus, yaitu Alphavirus dan ditularkan lewat nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk yang sama juga menularkan penyakit demam berdarah dengue. Meski masih "bersaudara" dengan demam berdarah, penyakit ini tidak mematikan. Penyakit Chikungunya disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Apakah penyakit ini juga disebabkan virus dengue? Lalu, apa bedanya dengan DBD dan bagaimana membedakannya? Penyakit Chikungunya disebabkan oleh sejenis virus yang disebut virus Chikungunya. virus Chikungunya ini masuk keluarga Togaviridae, genus alphavirus. Sejarah Chikungunya di Indonesia Penyakit ini berasal dari daratan Afrika dan mulai ditemukan di Indonesia tahun 1973.

Penyakit ini pertama sekali dicatat di Tanzania, Afrika pada tahun 1952, kemudian di Uganda tahun 1963. Di Indonesia, kejadian luar biasa (KLB) Chikungunya dilaporkan pada tahun 1982, Demam Chikungunya di Indonesia dilaporkan pertama kali di Samarinda pada tahun 1973[1], kemudian berjangkit di Kuala Tungkal, Martapura, Ternate, Yogyakarta (1983), Muara Enim (1999), Aceh dan Bogor (2001). Sebuah wabah Chikungunya ditemukan di Port Klang di Malaysia pada tahun 1999, selanjutnya berkembang ke wilayah-wilayah lain. Awal 2001, kejadian luar biasa demam Chikungunya terjadi di Muara Enim, Sumatera Selatan dan Aceh. Disusul Bogor bulan Oktober. Setahun kemudian, demam Chikungunya berjangkit lagi di Bekasi (Jawa Barat), Purworejo dan Klaten (Jawa Tengah). Diperkirakan sepanjang tahun 2001-2003 jumlah kasus Chikungunya mencapai 3.918 jiwa dan tanpa kematian yang diakibatkan penyakit ini.

Gejala utama terkena penyakit Chikungunya adalah tiba-tiba tubuh terasa demam diikuti dengan linu di persendian. Bahkan, karena salah satu gejala yang khas adalah timbulnya rasa pegal-pegal, ngilu, juga timbul rasa sakit pada tulangtulang, ada yang menamainya sebagai demam tulang atau flu tulang. Gejala-gejalanya memang mirip dengan infeksi virus dengue dengan sedikit perbedaan pada hal-hal tertentu. virus ini dipindahkan dari satu penderita ke penderita lain melalui nyamuk, antara lain Aedes aegypti. virus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini akan berkembang biak di dalam tubuh manusia. virus menyerang semua usia, baik anak-anak maupun dewasa di daerah endemis. Secara mendadak penderita akan mengalami demam tinggi selama lima hari, sehingga dikenal pula istilah demam lima hari. Pada anak kecil dimulai dengan demam mendadak, kulit kemerahan. Ruam-ruam merah itu muncul setelah 3-5 hari. Mata biasanya merah disertai tanda-tanda seperti flu. Sering dijumpai anak kejang demam. Pada anak yang lebih besar, demam biasanya diikuti rasa sakit pada otot dan sendi, serta terjadi pembesaran kelenjar getah bening. Pada orang dewasa, gejala nyeri sendi dan otot sangat dominan dan sampai menimbulkan kelumpuhan sementara karena rasa sakit bila berjalan. Kadang-kadang timbul rasa mual sampai muntah. Pada umumnya demam pada anak hanya berlangsung selama tiga hari dengan tanpa atau sedikit sekali dijumpai perdarahan maupun syok. Bedanya dengan demam berdarah dengue, pada Chikungunya tidak ada perdarahan hebat, renjatan (shock) maupun kematian.

Dengan istirahat cukup, obat demam, kompres, serta antisipasi terhadap kejang demam, penyakit ini biasanya sembuh sendiri dalam tujuh hari. Tidak Menyebabkan Kematian atau Kelumpuhan ! Masih banyak anggapan di kalangan masyarakat, bahwa demam Chikungunya atau flu tulang atau demam tulang sebagai penyakit yang berbahaya, sehingga membuat panik. Tidak jarang pula orang meyakini bahwa penyakit ini dapat mengakibatkan kelumpuhan. Memang, sewaktu virus berkembang biak di dalam darah, penderita merasa nyeri pada tulang-tulangnya terutama di seputar persendian sehingga tidak berani menggerakkan anggota tubuh. Namun, perlu diperhatikan bahwa hal ini bukan berarti terjadi kelumpuhan. Melainkan lebih dari sekedar keengganan si penderita melakukan gerakan karena rasa ngilu pada persendian. Masa inkubasi dari demam Chikungunya dua sampai empat hari. Manifestasi penyakit berlangsung tiga sampai 10 hari. virus ini termasuk self limiting disease alias hilang dengan sendirinya. Namun, rasa nyeri masih tertinggal dalam hitungan minggu sampai bulan. Tak ada vaksin maupun obat khusus untuk Chikungunya. Cukup minum obat penurun panas dan penghilang rasa sakit yang bisa dibeli di warung. Yang penting cukup istirahat, minum dan makanan bergizi. Jadi, jangan panic dulu apabila terdapat anggota keluarga yang menderita penyakit ini, sebab tidak sampai menyebabkan kematian. Serta ngilu pada persendian itu tidaklah menyebabkan kelumpuhan. Penderita bisa menggerakkan tubuhnya seperti sedia kala. Dokter biasanya hanya memberikan obat penghilang rasa sakit dan demam atau golongan obat yang dikenal dengan obat-obat flu serta vitamin untuk penguat daya tahan tubuh. Sebagian orang mengatakan penyakit ini bisa diatasi dengan mengonsumsi jus buah segar, benarkah? Bagi penderita sangat dianjurkan makan makanan yang bergizi, cukup karbohidrat dan terutama protein serta minum sebanyak mungkin. Perbanyak mengkonsumsi buah-buahan segar. Sebaiknya minum jus buah segar. Setelah lewat lima hari, demam akan berangsur-angsur reda, rasa ngilu maupun nyeri pada persendian dan otot berkurang, dan penderitanya akan sembuh seperti semula. vitamin peningkat daya tahan tubuh juga bermanfaat untuk menghadapi penyakit ini. Selain vitamin, makanan yang mengandung cukup banyak protein dan karbohidrat juga meningkatkan daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh yang bagus dan istirahat cukup bisa membuat rasa ngilu pada persendian cepat hilang. Minum banyak air putih juga disarankan untuk menghilangkan gejala demam. Bagaimana cara menghindari penyakit ini?

Cara menghindari penyakit ini adalah dengan membasmi nyamuk pembawa virusnya. Ternyata nyamuk ini punya kebiasaan unik. Pertama, Mereka senang hidup dan berkembang biak di genangan air bersih seperti bak mandi, vas bunga, dan juga kaleng atau botol bekas yang menampung air bersih. Kedua, Serangga bercorak hitam putih ini juga senang hidup di benda-benda yang menggantung seperti baju-baju yang ada di belakang pintu kamar. Ketiga, nyamuk ini sangat menyukai tempat yang gelap dan pengap. Mengingat penyebar penyakit ini adalah nyamuk Aedes aegypti maka cara terbaik untuk memutus rantai penularan adalah dengan memberantas nyamuk tersebut, sebagaimana sering disarankan dalam pemberantasan penyakit demam berdarah dengue. Insektisida yang digunakan untuk membasmi nyamuk ini adalah dari golongan malation, sedangkan themopos untuk mematikan jentik-jentiknya. malation dipakai dengan cara pengasapan, bukan dengan menyemprotkan ke dinding. Hal ini karena Aedes aegypti tidak suka hinggap di dinding, melainkan pada benda-benda yang menggantung.

Namun, pencegahan yang murah dan efektif untuk memberantas nyamuk ini adalah dengan cara menguras tempat penampungan air bersih, bak mandi, vas bunga dan sebagainya, paling tidak seminggu sekali, mengingat nyamuk tersebut berkembang biak dari telur sampai menjadi dewasa dalam kurun waktu 7-10 hari. Halaman atau kebun di sekitar rumah harus bersih dari benda-benda yang memungkinkan menampung air bersih, terutama pada musim hujan seperti sekarang. Pintu dan jendela rumah sebaiknya dibuka setiap hari, mulai pagi hari sampai sore, agar udara segar dan sinar matahari dapat masuk, sehingga terjadi pertukaran udara dan pencahayaan yang sehat. Dengan demikian, tercipta lingkungan yang tidak ideal bagi nyamuk tersebut. Bisakah seseorang terserang penyakit ini berkali-kali? Kabar baiknya, penyakit ini sulit menyerang penderita yang sama. Sebabnya, pada tubuh penderita akan membentuk antibodi yang akan membuat mereka kebal terhadap wabah penyakit ini di kemudian hari. Dengan demikian, kecil kemungkinan bagi mereka untuk kena lagi.

http://www.sapos.co.id/berita/index.asp?IDKategori=1&id=4829

Selasa, 19 Oktober 2010

MASALAH-MASALAH YANG LAZIM TERJADI PADA BAYI DAN ANAK

1. MUNTAH ATAU GUMOH

Muntah atau emesis adalah keadaan dimana dikeluarkannya isi lambung secara ekspulsif atau keluarnya kembali sebagian besar atau seluruh isi lambung yang terjadi setelah agak lama makanan masuk kedalam lambung. Usaha untuk mengeluarkan isi lambung akan terlihat sebagai kontraksi otot perut.

Muntah pada bayi merupakan gejala yang sering kali dijumpai dan dapat terjadi pada berbagai gangguan. Dalam beberapa jam pertama setelah lahir, bayi mungkin muntah lendir, bahkan kadang-kadang disertai sedikit darah.

Muntah ini tidak jarang menetap setelah pemberian makanan pertama, suatu keadaan yang mungkin disebabkan adanya iritasi mukosa lambung oleh sejumlah benda yang tertelan selama proses kelahiran, jika muntahnya menetap pembilasan lambung dengan larutan garam fisiologis akan dapat menolongnya.

Refluks gastroesofagus adalah kembalinya isi lambung kedalam esofagus tanpa terlihat adanya usaha dari anak

Regurgitasi adalah bila bahan dari lambung tersebut dikeluarkan melalui mulut

Secara klinis kadang-kadang sukar dibedakan antara muntah, refluks dan regurgitasi. Muntah sering dianggap sebagai suatu mekanisme pertahanan tubuh untuk mengeluarkan racun yang tertelan.

Penyebab muntah

Pada neonatus

Organik

* Gastrointestinal

Obstruksi : atresia esofagus

Non obstruksi : perforasi lambung

* Ekstra gastrointestinal

Insufisiensi ginjal, obstruksi urethra

* Susunan syaraf pusat

Peningkatan tekanan intra cranial (TIK)

Non organik

Teknik pemberian minum yang salah, makanan/minuman yang tidak cocok atau terlalu banyak, keracunan, obat-obat tertentu, kandidasis oral.

Pada anak

Organik

* Gastrointestinal

Obstruksi : stenosis pylorus

Non obstruksi : refluk esofagal, infeksi/peritonitis

* Luar gastrointestinal

Infeksi (OMA, pertusis, tonsilofaringitis)

uremia

Non organik

* Sama dengan neonatus
* Mabuk perjalanan
* Keracunan makanan (1-8 jam sesudah makan)
* Food borne disease (salmonellosis) lebih lama dari keracunan makanan

Perlu anamnesa yang teliti :

* Pola pemberian makan
* Berat badan lahir
* Jumlah yang dimuntahkan, frekuensi
* Disertai diare, batuk atau panas
* Terjadi sebelum/sesudah makan
* Menyemprot/proyektil atau tidak

Sifat muntah

* Keluar cairan terus menerus maka kemungkinan obstruksi esophagus
* Muntah proyektil kemungkinan stenosis pylorus (pelepasan lambung ke duodenum)
* Muntah hijau (empedu) kemungkinan obstruksi otot halus, umumnya timbul pada beberapa hari pertama, sering menetap, biasanya tidak proyektil.
* Muntah hijau kekuningan kemungkinan obsruksi dibawah muara saluran empedu
* Muntah segera lahir dan menetap kemungkinan tekanan intrakranial tinggi atau obstruksi usus

Diagnosis

Diagnosis dapat ditegakkan secara radiologis yaitu apabila didapatkan gambaran suatu keadaan kelainan kongenital bawaan seperti obstruksi usus halus, atresia esophagus dan lain-lain. Selain dengan pemeriksaan radiologis, juga dapat ditegakkan dengan pemeriksaan uji coba memasukan kateter kedalam lambung. Diagnosis harus dapat segera dibuat sebelum anak tersedak sewaktu makan dengan kemungkinan terjadinya aspirasi pneumonia.

Muntah (kelainan bedah) adalah gangguan passage gastrointestinal dengan tanda-tanda muntah, perut membuncit, kegagalan evakuasi mekonium (pada BBL).

Gambaran muntah yang perlu dicurigai sebagai kelainan bedah

* Muntah hijau (gangguan pada empedu)
* Muntah proyektil (menyemprot)
* Muntah persisten
* Muntah bercampur darah
* Muntah disertai penurunan berat badan

Komplikasi

* Kehilangan cairan tubuh/elektrolit sehingga dapat menyebabkan dehidrasi
* Karena sering muntah dan tidak mau makan/minum dapat menyebabkan ketosis
* Ketosis akan menyebabkan asidosis yang akhirnya bisa menjadi renjatan (syok)
* Bila muntah sering dan hebat akan terjadi ketegangan otot perut, perdarahan, konjungtiva, ruptur, esophagus, infeksi mediastinum, aspirasi muntah jahitan bisa lepas pada penderita pasca operasi dan timbul perdarahan.

Penatalaksanaan

* Utamakan penyebabnya
* Berikan suasana tenang dan nyaman
* Perlakukan bayi/anak dengan baik dan hati-hati
* Kaji sifat muntah
* Simptomatis dapat diberi anti emetik (atas kolaborasi dan instruksi dokter)
* Kolaborasi untuk pengobatan suportif dan obat anti muntah (pada anak tidak rutin digunakan) :
o Metoklopramid
o Domperidon (0,2-0,4 mg/Kg/hari per oral)
o Anti histamin
o Prometazin
o Kolinergik
o Klorpromazin
o 5-HT-reseptor antagonis
o Bila ada kelainan yang sangat penting segera lapor/rujuk ke rumah sakit/ yang berwenang

GUMOH/REGURGITASI

Gumoh adalah keluarnya kembali susu yang telah ditelan ketika atau beberapa saat setelah minum susu botol atau menyusui pada ibu dan jumlahnya hanya sedikit.

Regurgitasi yang tidak berlebihan merupakan keadaan normal terutama pada bayi dibawah usia 6 bulan

Penyebab

* Anak/bayi yang sudah kenyang
* Posisi anak atau bayi yang salah saat menyusui akibatnya udara masuk kedalam lambung
* Posisi botol yang tidak pas
* Terburu-buru atau tergesa-gesa dalam menghisap
* Akibat kebanyakan makan
* Kegagalan mengeluarkan udara

Diagnosis

Sebagian besar gumoh terjadi akibat kebanyakan makan atau kegagalan mengeluarkan udara yang ditelan. Oleh karena itu, sebaiknya diagnosis ditegakkan sebelum terjadi gumoh. Pengosongan lambung yang lebih sempurna, dalam batas-batas tertentu penumpahan kembali merupakan kejadian yang alamiah, terutama salam 6 bulan pertama. Namun, penumpahan kembali tersebut diturunkan sampai jumlah yang bisa diabaikan dengan pengeluaran udara yang tertelan selama waktu atau sesudah makan.

Dengan menangani bayi secara hati-hati dengan emghindari konflik emosional serta dalam menempatkan bayi pada sisi kanan, letak kepala bayi tidak lebih rendah dari badannya. Oleh karena pengeluaran kembali refleks gastroesofageal lazim ditemukan selama masa 4-6 bulan pertama.

Penatalaksanaan gumoh

* Kaji penyebab gumoh
* Gumoh yang tidak berlebihan merupakan keadaan yang normal pada bayi yang umurnya dibawah 6 bulan, dengan memperbaiki teknik menyusui/memberikan susu.
* Saat memberikan ASI/PASI kepala bayi ditinggikan
* Botol tegak lurus/miring jangan ada udara yang terisap
* Bayi/anak yang menyusui pada ibu harus dengan bibir yang mencakup rapat puting susu ibu
* Sendawakan bayi setelah minum ASI/PASI
* Bila bayi sudah sendawa bayi dimiringkan kesebelah kanan, karena bagian terluas lambung ada dibawah sehingga makanan turun kedasar lambung ynag luas
* Bila bayi tidur dengan posisi tengkurap, kepala dimiringkan ke kanan

2. KEMBUNG

Kembung adalah keadaan perut yang membesar dan berisi angin

Penyebab

* Bayi kembung karena menelan angin waktu menyusui

hal ini terjadi karena teknik menyusui yang salah, puting terlalu besar atau terlalu kecil

* Bayi yang minum susu formula dengan botol

Angin ikut tertelan karena lubang dot terlalu kecil, sehingga bayi menghisap terlalu kuat dan angin masuk melalui pinggiran dot

Penatalaksanaan

* Bayi menyusui ASI dengan teknik yang benar (menutupi areola)
* Bayi minum susu formula dengan dot :
o Lubang dot diperiksa (tidak terlalu kecil/besar)
o Jika botol hampir kosong, pantat botol dinaikkan
o Tidak diberi empeng
o Menyendawakan bayi setelah minum
o Minum air hangat
o Beri minyak kayu putih, minyak telon pada daerah perut

3. KONSTIPASI/OBSTIPASI

Konstipasi/sembelit adalah keadaan dimana anak jarang sekali buang air besar dan kalau buang air besar keras

Obstipasi : obstruksi intestinal (konstipasi yang berat)

Penyebab

Faktor non organik

* Kurang makanan yang tinggi serat
* Kurang cairan
* Obat/zat kimiawi
* Kelainan hormonal/metabolik
* Kelainan psikososial
* Perubahan mikroflora usus
* Perubahan/kurang exercise

Faktor organik

* Kelainan organ (mikrocolon, prolaps rectum, struktur anus, tumor)
* Kelainan otot dasar panggul
* Kelainan persyarafan : M. Hirsprung
* Kelainan dalam rongga panggul
* Obstruksi mekanik : atresia ani, stenosis ani, obstruksi usus

Tanda dan gejala

* Frekuensi BAB kurang dari normal
* Gelisah, cengeng, rewel
* Menyusu/makan/minum kurang
* Fese keras

Pemeriksaan penunjang

* Laboratorium (feses rutin, khusus)
* Radiologi (foto polos, kontras dengan enenma)
* Manometri
* USG

Penatalaksanaan

* Banyak minum
* Makan makanan yang tinggi serat (sayur dan buah)
* Latihan
* Cegah makanan dan obat yang menyebabkan konstipasi
* ASI lebih baik dari susu formula
* Enema perotal/peranal
* Kolaborasi untuk intervensi bedah jika ada indikasi
* Perawatan kulit peranal

4. DIARE

Diare adalah buang air besar dengan frekuensi 3x atau lebih per hari, disertai perubahan tinja menjadi cair dengan atau tanpa lendir dan darah yang terjadi pada bayi dan anak yang sebelumnya tampak sehat (A.H. Markum, 1999)

Penyebab

* Bayi terkontaminasi feses ibu yang mengandung kuman patogen saat dilahirkan
* Infeksi silang oleh petugas kesehatan dari bayi lain yang mengalami diare, hygiene dan sanitasi yang buruk
* Dot yang tidak disterilkan sebelum digunakan
* Makanan yang tercemar mikroorganisme (basi, beracun, alergi)
* Intoleransi lemak, disakarida dan protein hewani
* Infeksi kuman E. Coli, Salmonella, Echovirus, Rotavirus dan Adenovirus
* Sindroma malabsorbsi (karbohidrat, lemak, protein)
* Penyakit infeksi (campak, ISPA, OMA)
* Menurunnya daya tahan tubuh (malnutrisis, BBLR, immunosupresi, terapi antibiotik)

Jenis diare

* Diare akut, feses sering dan cair, tanpa darah, berakhir <7 hari, muntah, demam * Disentri, terdapat darah dalam feses, sedikit-sedikit/sering, sakit perut, sakit pada saat BAB, anoreksia, kehilangan BB, kerusakan mukosa usus * Diare persisten, berakhir selama 14 hari/lebih, dapat dimulai dari diare akut ataupun disentri Tanda dan gejala * Gejala sering dimulai dengan anak yang tampak malas minum, kurang sehat diikuti muntah dan diare * Feses mula-mula berwarna kuning dan encer, kemudian berubah menjadi hijau, berlendir dan berair serta frekuensinya bertambah sering * Cengeng, gelisah, lemah, mual, muntah, anoreksia * Terdapat tanda dan gejala dehidrasi, turgor kulit jelek (elastisitas kulit menurun), ubun-ubun dan mata cekung, membran mukosa kering. * Pucat anus dan sekitarnya lecet * Pengeluaran urin berkurang/tidak ada * Pada malabsorbsi lemak biasanya feses berwarna pucat, banyak dan berbau busuk dan terdapat butiran lemak * Pada intoleransi disakarida feses berbau asam, eksplosif dan berbusa * Pada alergi susu sapi feses lunak, encer, berlendir, dan kadang-kadang berdarah Komplikasi * Kehilangan cairan dan elektrolit yang berlebihan (dehidrasi, kejang dan demam) * Syok hipovolemik yang dapat memicu kematian * Penurunan berat badan dan malnutrisi * Hipokalemi (rendahnya kadar kalium dalam darah) * Hipokalsemi (rendahnya kadar kalsium dalam darah) * Hipotermia (keadaan suhu badan yang ekstrim rendah) * Asidosis (keadaan patologik akibat penimbunan asam atau kehilangan alkali dalam tubuh) Tahapan dehidrasi menurut Ashwill dan Droske (1997) * Dehidrasi ringan, BB menurun 3-5% dengan volume cairan yang hilang < 50 ml/kgBB * Dehidrasi sedang, BB menurun 6-9% dengan volume cairan yang hilang 50-90% ml/kgBB * Dehidrasi berat, BB menurun lebih dari 10% dengan volume cairan yang hilang ≥100 ml/kgBB Penatalaksanaan * Memberikan cairan dan mengatur keseimbangan elektrolit * Terapi rehidrasi * Kolaborasi untuk terapi pemberian antibiotik sesuai dengan kuman penyebabnya * Mencuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan bayi untuk mencegah penularan * Memantau biakan feses pada bayi yang mendapat terapi antibiotik * Tidak dianjurkan untuk memberikan anti diare dan obat-obatan pengental feses 5. DERMATITIS ATOPIK (EKSIM SUSU) Dermatitis atopik adalah penyakit kulit tersering pada bayi dan anak, sering kambuh, diturunakn dalam keluarga, tidak menular dan merupakan pertanda timbulnya asma. Penyebab Belum jelas, sangat kompleks * “Eksim susu” dulu disangka penyebabnya adalah ASI, hal ini terbukti salah karena Asi justru mengandung zat pelindung tubuh terhadap alergi dan infeksi * Faktor kulit yang ekring * Faktor kebersihan diri (personal hygiene) dan kebersihan lingkungan yang kurang * Faktor hidup kurang sehat, yaitu istirahat dan asupan nutrisi yang kurang * Faktor perilaku dan emosi * Alergi terhadap makanan seperti susu, telur, ikan, kacang, coklat, jeruk dan lain-lain Gambaran klinik * Lokasi pada bayi biasanya di muka terutama kedua pipi. Pada dewasa ditengkuk, lekukan siku, lutut biasanya lebih kering * Terasa sangat gatal * Warna kulit kemerahan, ukuran kecil sebesar koin sampai dengan telapak tangan, basah atau berdarah. Setelah itu akan mengering dan menjadi keropeng, kekuningan atau kehitaman, kulit bersisik dan kering * Mudah terkena infeksi bakteri, virus atau jamur Penatalaksanaan Mencegah kekambuhan * Mencegah makanan penyebab alergi dan memberikan makanan pengganti * Cegah allergen lingkungan seperti debu rumah, tungau, serbuk-serbuk, kapuk dan lingkungan yang bersih * Kebersihan perseorangan yang terjaga (seperti kulit lembab dan bersih) * Hindari suasana sedih, kesal dan depresi Pengobatan (kolaborasi) * Hindari faktor pencetus dan pemeliharaan kulit * Obat anti gatal * Kortikosteroid salep (berikan tipis-tipis) Efek samping kortikosteroid : penipisan kulit, gangguan pertumbuhan tulang, gangguan siklus hormon 6. DIAPER RASH (RUAM POPOK) Diaper rash adalah ruam kulit akibat radang pada daerah yang tertutup popok, yaitu pada alat kelamin, sekitar dubur, bokong, lipatan paha dan perut bagian bawah. Berupa bercak-bercak iritasi kemerahan, kadang menebal dan bernanah. Iritasi terjadi karena kontak terus menerus dengan keadaan lingkungan yang tidak baik. Diaper rash juga merupakan reaksi kulit dengan amonia dari urin kontaminasi bakteri dari maternal fecal Penyebab * Sering terjadi pada usia 9-12 bulan, tidak sering mengganti pampers, modifikasi diet * Kebersihan kulit yang tidak terjaga * Udara atau suhu lingkungan yang teralu panas atau lembab * Kulit bayi masih peka sehingga mudah iritasi * Popok yang basah karena urin dan feses yang tidak segera diganti (enzim protease dan lipase) * Lebih parah pada bayi yang mengkonsumsi susu formula (pada susu formula kandungan protein lebih tinggi sehingga kadar amonia/urea lebih pekat) * Infeksi jamur Candida albicans dan infeksi bakteri Staphylococcus menyebabkan perubahan sistem imun * Popok yang mengiritasi akibat sabun, karet, plastik dan detergen yang keras * Diare sehingga menyebabkan iritasi kulit Tanda dan gejala * Iritasi pada kulit yang terkena muncuul sebagai erithema * Erupsi pada daerah kontak yang menonjol seperti pantat, alat kelamin, perut bawah, paha bagian atas dan lipatan-lipatan kulit * Erupsi dapat berupa bercak kering, merah dan bersisik * Keadaan lebih parah terdapat pada papila erythemetosa, vesicula dan ulcerasi * Bayi menjadi rewel karena rasa nyeri Penatalaksanaan * Menjaga kebersihan dan kelembaban daerah kulit bayi, terutama didaerah alat kelamin, bokong, lipatan selangkangan * Daerah yang terkena iritasi tidak boleh dalam keadaan basah (terbuka dan tetap kering) * Menjaga kebersihan pakaian danperlengkapan * Setiap BAB dan BAK bayi segera dibersihkan * Untuk membersihkan kulit yang iritasi dengan menggunakan kapas halus yang dioleskan dengan minyak atau sabun mild dan air hangat * Popok dicuci dengan detergen yang lembut * Mengangin-anginkan kulit sebelum pampers baru dipasang dan menggunkan pampers dengan daya serap yang tinggi dan pas pemakaiannya * Menggunakan popok yang tidak terlalu ketat (terbuka atau longgar) untuk memperbaiki sirkulasi udara. * Posisi tidur anak diatur supaya tidak menekan kulit yang teriritasi * Pengobatan o Mengoleskan krim dan lotion yang mengandung zinc pada daerah yang sedang meradang o Memberikan salep/krim yang mengandung kortikosteroid 1% o Salep anti jamur dan bakteri (miconazole, ketokonazole, nystatin) 7. MILIARIASIS/SUDAMINA/LIKEN TROPIKUS/BIANG KERINGAT Miliariasis adalah kelainan kulit yang ditandai dengan kemerahan, disertai dengan gelembung kecil berair yang timbul akibat keringat berlebihan disertai sumbatan saluran kelenjar keringat yaitu di dahi, leher, bagian yang tertutup pakaian (dada, punggung), tempat yang mengalami tekanan atau gesekan pakaian dan juga kepala. Faktor penyebab * Udara panas dan lembab dengan ventilasi udara yang kurang * Pakaian yang terlalu ketat, bahan tidak menyerap keringat * Aktivitas yang berlebihan * Setelah menderita demam atau panas * Penyumbatan dapat ditimbulkan oleh bakteri yang menimbulkan radang dan edema akibat perspirasi yang tidak dapat keluar dan di absorbsi oleh stratum korneum Bentuk miliariasis Miliaria kristalina * Kelainan kulit berupa gelembung kecil 1-2 mm berisi cairan jernih disertai kulit kemerahan * Vesikel bergerombol tanpa tanda radang pada bagian pakaian yang tertutup pakaian * Umumnya tidak menimbulkan keluhan dan sembuh dengan sisik halus * Pada keadaan histopatologik terlihat gelembung intra/subkorneal * Asuhan : pengobatan tidak diperlukan, menghindari udara panas yang berlebihan, ventilasi yang baik serta menggunakan pakaian yang menyerap keringat. Miliaria rubra * Sering dialami pada anak yang tidak biasa tinggal didaerah panas * Kelainan berupa papula/gelembung merah kecil dan dapat menyebar atau berkelompok dengan rasa sangat gatal dan pedih * Staphylococcus juga diduga memiliki peranan * Pada gambaran histopatologik gelembung terjadi pada stratum spinosum sehingga menyebabkan peradangan pada kulit dan perifer kulit di epidermis * Asuhan : gunakan pakaian yang tipis dan menyerap keringat, menghindari udara panas yang berlebihan, ventilasi yang baik, dapat diberikan bedak salicyl 2% dibubuhi menthol 0,25-2% Miliaria profunda * Timbul setelah miliaria rubra * Papula putih, kecil, berukuran 1-3 mm * Terdapat terutama di badan ataupun ekstremitas * Karena letak retensi keringat lebih dalam maka secara klinik lebih banyak berupa papula daripada vesikel * Tidak gatal, jarang ada keluhan, tidak ada dasar kemerahan, bentuk ini jarang ditemui * Pada keadaan histopatologik tampak saluran kelenjar keringat yang pecah pada dermis bagian atas atau tanpa infiltrasi sel radang * Asuhan : hindari panas dan lembab berlebihan, mengusahakan regulasi suhu yang baik, menggunakan pakaian yang tipis, pemberian losio calamin dengan atau tanpa menthol 0,25% dapat pula resorshin 3% dalam alkohol Penatalaksanaan * Perawatan kulit yang benar * Biang keringat yang tidak kemerahan dan kering diberi bedak salycil atau bedak kocok setelah mandi * Bila membasah, jangan berikan bedak, karena gumpalan yang terbentuk memperparah sumbatan kelenjar * Bila sangat gatal, pedih, luka dan timbul bisul dapat diberikan antibiotik * Menjaga kebersihan kuku dan tangan (kuku pendek dan bersih, sehingga tidak menggores kulit saat menggaruk) 8. DERMATITIS SEBOROIK/CRADLE CAP Dermatitis seboroik adalah penyakit inflamasi kronik yang berhubungan dengan kelenjar sebaseus. Dermatitis seboroik juga merupakan kerak pada kulit kepala bayi yang disebabkan oleh vernix kaseosa yang tidak bersih dan dapat terinfeksi staphylococcus. Penyakit ini biasanya dimulai dari kulit kepala kemudian menjalar ke muka, kuduk, leher dan badan. Ada yang mengatakan bahwa penyakit radang ini berdasarkan gangguan konstitusionil dan sering terdapat faktor hereditas. Tidak dapat disangkal bahwa penderita yang mengalami penyakit ini terjadi pada kulit yang berlemak (sebaseus), tetapi bagaimana hubungan antara kelenjar lemak dengan penyakit ini masih belum jelas. Ada yang menganggap bahwa kambuhnya penyakit ini akibat makanan yang berlemak, makanan berkalori tinggi, minuman beralkohol dan gangguan emosi. Penyebab * Kurang jelas * Berkaitan dengan sistem imun dan hygiene yang buruk * Karena adanya vernix kaseosa/lemak pada kepala bayi yang kemudian terinfeksi staphylococcus * Sering terjadi pada penderita HIV-AIDS dan anak-anak Gejala * Semacam noda berwarna kuning yang berminyak, bersisik, yang kemudian mengeras dan akhirnya menjadi semacam kerak. Kerak ini sering timbul di kulit kepala (cradle cap), kadang di alis/bulu mata dan telinga. * Exudat seborrhoic pada kulit kepala (masalah kosmetik) Diagnosis banding Atopik dermatitis dengan gejala eritema, edema eksudasi, krusta dan bersisik terutama pada bayi muda. Penatalaksanaan * Oleskan atau basahi kerak dengan baby oil atau vaselin selama 24 jam, sesudah itu urut pelan-pelan kulit kepala yang berkerak itu dengan handuk lembut hingga kerak mengelupas * Mengeluarkan kerak yang tersangkut di rambut dengan hati-hati (dicukur untuk memudahkan perawatan) * Dapat juga digunakan sikat rambut yang lembut, sisir yang halus atau kapas untuk menghindari iritasi pada kulit kepala bayi * Pada keadaan tertentu dapat diberi kortikosteroid, antifungi dan antibiotika tropical * Menjaga kebersihan bayi dengan memandikan dan mencuci rambutnya dengan shampo khusus untuk bayi atau shampo anti seboroik 9. BERCAK MONGOL Bercak mongol adalah bercak kebiruan, kehitaman atau kecoklatan yang lebar, difus, terdapat didaerah bokong atau lumbosakral yang akan menghilang setelah beberapa bulan atau tahun. Bercak mongol adalah pigmentasi yang datar dan berwarna gelap didaerah pinggang bawah dan bokong yang ditemukan pada saat lahir pada beberapa bayi yang akan menghilang secara perlaan-lahan selama tahun pertama. Patofisiologi Bercak mongol rata-rata muncul pada umur kehamilan 38 minggu. Mula-mula terbatas di fossa koksigea lalu menjalar ke regio lumbosakral. Tempat lain yaitu didaerah orbita : sclera atau fundus mata dan daerah zigomaticus (nevus ota), daerah deltotrapezeus (nevus ito). Nevus ota dan nevus ito biasanya menetap, tidak perlu diberikan pengobatan, cukup dengan tindakan konservatif saja. Namun bila penderita telah dewasa, pengobatan dapat diberikan dengan alasan estetika. Akhir-akhir ini dianjurkan pengobatan dengan sinar laser. Penyebab * Belum jelas * Timbulnya bercak akibat ditemukannya lesi yang berisi sel melanosit pada lapisan dalam dermis atau sekitar folikel rambut Penatalaksanaan * Bercak mongol biasanya akan menghilang setelah beberapa pekan sampai 1 tahun, sehingga tidak perlu pengobatan dan cukup dilakukan tindakan konservatif * Informasikan kepada keluarga untuk mengurangi kekhawatiran/kecemasan * Pengobatan dapat diberikan dengan alasan estetika 10. HEMANGIOMA (TUMOR JINAK DI KULIT) * adalah malformasi vascular local yang disebut juga nevi vascular atau hemangima yang sering ditemukan pada kelopak mata atas neonatus. * Adalah tumor jinak atau hamartoma/gumpalan yang terjadi akibat gangguan pada perkembangan dan pembentukan pembuluh darah dan dapat terjadi disegala organ seperti hati, limfa, otak, tulang dan kulit * Kelainan yang terjadi pada kulit akibat gangguan pada perkembangan dan pembentukan pembuluh darah yang terletak di superficial (kutan), subkutan atau campuran. Penyebab * Masih belum jelas * Timbulnya hemangioma dikarenakan pembuluh darah yang melebar dan berhubungan dengan proliferasi endotel Jenis hemangioma * Hemangioma kapiler Terdiri dari pembuluh darah yang melebar dan berhubungan dengan proliferasi endotel. Bila menghilang terjadi gangguan fibrotik Terdiri atas : * Hemangioma kapiler pada anak (nevus vasculosus, strawberry nevus) * Granuloma piogenik * Cherry spot (ruby-spot), angioma senilis * Hemangioma kavernosa Berasal dari lapisan dermis bagian bawah, disertai rongga-rongga besar yang tidak teratur dan berisi darah Terdiri atas : * Hemangioma kavernosum (hemangioma matang) * Hemangioma keratotik * Hemangioma vaskular * Telangiektasis o Nevus flameus o Angiokeratoma o Spider angioma Tipe hemangioma kutan pada kelopak mata neonatus * Hemangioma telangietaksis dasar tipis (flat telang relatic hemangiomas) * Hemangioma yang menonjol berupa kapiler, kaverna atau campuran (hemangioma besar : proptosis sampai dengan trelihat dibawah konjungtiva tarsal) Gejala klinis Hemangioma kapiler * Strawberry hemangioma (hemangioma simpleks) Hemangioma kapiler terdapat pada waktu lahir atau beberapa hari sesudah lahir. Tampak sebagai bercak merah yang semakin lama semakin besar. Warnanya menjadi merah menyala, tegang dan berbentuk lobular, berbatas tegas, tegang dan keras pada perabaan. Ukuran dan dalamnya sangat bervariasi, ada yang superfisial berwarna merah terang dan ada yang subkutan berwarna kebiruan. Involusi kurang tegang dan lebih mendatar. * Granuloma piogenik Lesi ini terjadi akibat proliferasi kapiler yang sering terjadi sesudah trauma, jadi bukan oleh karena proses peradangan, walaupun sering disertai infeksi sekunder. Lesi biasanya soliter, dapat terjadi pada semua umur, terutama pada anak dan tersering pada bagian distal tubuh yang sering mengalami trauma. Mula-mula berbentuk papul sritematosa dengan pembesaran yang cepat. Beberapa lesi dapat mencapai pembesaran 1 cm dan dapat bertangkai. Lesi mudah berdarah. Hemangioma kavernosum Lesi ini tidak berbatas tegas, dapat berupa makula eriternatosa atau nodus yang berwarna merah sampai ungu. Bila ditekan mengempis dan akan cepat menggembung lagi apabila lepas. Lesi terdiri atas elemen vaskular yang matang. Bentuk kavernosum jarang mengadakan involusi spontan. Hemangioma campuran Jenis ini terdiri atas campuran antara jenis kapiler dan jenis kavernosum. Gambaran klinisnya juga terjadi atas gambaran kedua jenis tersebut. Sebagian besar ditemukan pada ekstremitas inferior, biasanya unilateral, soliter, dapat terjadi sejak lahir atau masa anak-anak. Lesi berupa tumor yang lunak, berwarna merah kebiruan yang kemudian pada perkembangannya dapat gambaran keratotik dan verukosa. Diagnosis Secara klinis diagnosis hemangioma tidak sukar, terutama pada lesi yang khas. Gambaran klinis umum ialah adanya bercak merah yang timbul sejak lahir atau beberapa saat setelah lahir. Pertumbuhannya relatif cepat dalam beberapa minggu atau beberapa bulan, warnanya merah terang bila jenis strawberry atau biru bila jenis kavernosa. Bil besar maksimum sudah tercapai, biasanya pada umur 9-12 bulan, warnanya menjadi merah gelap. Diagnosis banding Diagnosis banding ialah terhadap tumor kulit lainnya, yaitu limfangioma, higroma, lipoma, dan neurofibroma. Penatalaksanaan * Umumnya hemangioma akan menghilang dengan sendirinya * Tetapi bila terdapat prognosis yang berat lakukan rujukan dan kolaborasi dengan tenaga medis dan berikan prednison 2-3 mg/kgBB/hari selama 10-14 hari, jika hemangioma menipis/menghilang dosis diturunkan secara bertahap 11. FURUNKEL ATAU BISUL Furunkel adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh staphylococcus profunda yang berbentuk nodul-nodul lemak eritematosa dan letaknya didalam, biasanya daerah muka, pantat, leher, ketiak dan lain-lain. Nodul ini mengandung cairan yang dalam waktu beberapa hari akan mengeluarkan bahan nekrotik bernanah. Berbentuk * Furunkel (boil) * Karbunkel (furunkel multipel) Furunkel dapat menimbulkan rasa nyeri yang hebat dan terletak didaerah nasal, aksila dan telinga Penatalaksanaan * Furunkel diobati dengan drainase pembedahan, dengan kompres basah * Pemberian antibiotika sistemik 12. KANDISOSIS/MONILIASIS/ORAL TRUSH Oral trush adalah infeksi Candida yang didapat bayi melalui jalan lahir atau perkontinuitatum. Biasanya infeksi terjadi didaerah mukokutan, mulut dan bibir. Lesi berupa bercak putih yang lekat pada lidah, bibir dan mukosa mulut yang dapat dibedakan dengan sisa susu. Infeksi ini dapat meluas ke saluran terutama di lipatan kulit, bahkan ke berbagai alat dalam. Kandidosis oral Infeksi candida pada daerah mulut, sering terjadi pada bayi normal dan makin jarang sejalan dengan pertambahan usia. Penyebab * Infeksi melalui jalan lahir pada ibu yang menderita kandidosis vagina (Candida albicans) * Infeksi silang dari penderita kandidiasis lain * Candida albicans dapat menyebabkan infeksi apabila ada faktor predisposisi * Peralatan minum terutama yang menggunakan PASI * Bayi yang mendapatkan terapi antibiotika atau immunosupresi Faktor predisposisi * Faktor endogen : perubahan fisiologik, umur, imunologik * Faktor eksogen : iklim, kebersihan, kontak dengan penderita Gejala * Terdapat bercak putih pada lidah, bibirdan mukosa mulut yang dapat dibedakan dengan sisa susu * Jika sisa susu mudah diangkat, namun jika moniliasis sulit diangkat dan jika dilepaskan dari dasarnya akan menyebabkan basah, merah dan berdarah * Diagnosa dapat diketahui dengan sediaan hapusan yang berwarna biru metilen dan tampak miselium dan spora yang khas Pencegahan * Menghindari/menghilangkan faktor predisposisi * Setiap bayi selesai minum susu berikan 1-2 sendok teh air matang untuk membilas sisa susu dalam mulut bayi * Pemeliharaan kebersihan mulut dan perawatan payudara Komplikasi * Kesukaran minum dapat mengakibatkan kekurangan makanan * Diare bila tidak diobati dapat menjadi penyebab dehidrasi Penatalaksanaan * Membersihkan mulut dan lidah yang dibasahi air matang hangat * Kandidiasis pada bayi sehat biasanya sembuh sendiri, tapi lebih baik diobati * Beri gentian violet 0,5% dioleskan pada luka didalam mulut /bibir * Nistatin 100.000 U dioleskan 3x sehari atau dalam bentuk tetes kedalam mulut bayi, pemberian nistatin tidak boleh lebih dari 7 hari. * Mengolesi puting susu dengan cream nistatin/gentian violet setiap selesai menyusui selama bayi diobati 13. IKTERUS FISIOLOGIS Ikterus fisiologis adalah peningkatan kadar bilirubin dalam darah dalam satu minggu pertama kehidupannya. Pada hari ke 2-3 dan puncaknya di hari ke 5-7, kemudian akan menurun pada hari ke 10-14, peningkatannya tidak melebihi 10 mg/ddl pada bayi atterm dan < 12 mg/dl pada bayi permatur. Keadaan ini masih dalam batas normal. Manifestasi klinis Pengamatan ikterus paling baik dilakukan dengan cahaya sinar matahari. Salah satu cara pemeriksaan derajat kuning pada BBL secara klinis, sederhana dan mudah adalah dengan penilaian menurut Kramer (1969). Caranya dengan jari telunjuk ditekankan kepada tempat-tempat yang tulangnya menonjol seperti hidung, dada, lutut dan lain-lain. Tempat yang ditekan akan tampak pucat atau kuning. Penilaian bilirubin pada masing-masing tempat tersebut disesuaikan dengan tabel derajat ikterus menurut kramer (1969). Zona Bagian tubuh yang kuning Rata2 serum bilirubin indirek (umol/l) 1 Kepala dan leher 100 2 Pusat-leher 150 3 Pusat-paha 200 4 Lengan+tungkai 250 5 Tangan+kaki >250

Tanda dan gejala

Warna ikterus (kuning) pada kulit, konjungtiva dan mukosa

Pencegahan

* Pengawasan ANC yang baik
* Menghindari pemberian obat-obatan pada masa kehamilan seperti sulfanamida dan lain-lain
* Pemberian ASI sedini mungkin (early feeding)
o Mempercepat metabolisme bilirubin, yaitu dengan menambahkan glukosa yang terdapat dalam ASI
o Pengeluaran bilirubin

Protein albumin dalam ASI merupakan transportasi bilirubin, albumin mengikat bilirubin agar mempermudah proses ekstraksi bilirubin jaringan kedalam plasma. Hal ini mengakibatkan bilirubin plasma meningkat, tetapi tidak berbahaya karena bilirubin ada dalam ikatan albumin.

Penatalaksanaan

* Pemberian ASI yang adekuat

Anjurkan ibu menyusui sesuai dengan keinginan bayinya, paling tidak setiap 2-3 jam

* Jemur bayi dalam keadaan telanjang dengan sinar matahari pukul 7-9 pagi

Pemberian terapi sinar matahari sehingga bilirubin diubah menajdi isomer foto yang tidak toksik dan mudah dikeluarkan tubuh karena mudah larut dalam air

Tujuan utama penatalaksaan ikterus fisiologis adalah mengendalikan agar kadar bilirubin tidak meningkat 4-5 mg/dl dalam 24 jam, karen adapat menyebabkan ensefalopati bilirubin yaitu bilirubin indirek (tak terkonjugasi) akan direabsorpsi kembali melalui sirkulasi enterohepatik ke aliran darah dan menembus sawar otak yang akan menimbulkan bayi lethargi, kejang, bayi malas menghisap dan malas minum.

Kamis, 14 Oktober 2010

Faktor-faktor yang mempengaruhi Tumbuh Kembang

A. Faktor Dalam (Internal)
Ras/etnik atau bangsa, keluarga, umur, jenis kelamin, genetik, kelainan kromosom

B. Faktor Luar (Eksternal)
Faktor Prenatal: Gizi, mekanis (posisi bayi), toksin/zat kimia(talidomit menyebabkan palatoskisis, radiasi: radium dan sinar rontgent menyebabkan RM,spina bivida, kel. jantung), infeksi, kelainan imunologi: hyperbilirubinemia, kern ikterus, anoreksia embrio, psikologi ibu

Faktor Persalinan: Komplikasi persalinan (trauma kepala, asphyksia)

Faktor Pasca Salin: Gizi, penyakit kronis/kelainan konginetal, lingkungan fisik dan kimia, psikologis, endokrin, sosio ekonomi, lingkungan pengasuhan, stimulasi, obat-obatan

CIRI-CIRI TUMBUH KEMBANG ANAK
1. Perkembangan menimbulkan perubahan
2. Pertumbuhan dan perkembangan pada tahap awal menentukan perkembangan selanjutnya
3. Pertumbuhan dan perkembangan mempunyai kecepatan yang berbeda
4. Perkembangan berkorelasi dengan pertumbuhan
5. Perkembangan mempunyai pola yang tetap
6. Perkembangan memiliki tahap yang berurutan


PEMANTAUAN TUMBUH KEMBANG NEONATUS, BAYI DAN BALITA

PERTUMBUHAN Adalah Bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interseluler, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan, sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat.

PERKEMBANGAN Adalah Bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian.

kondisi yang membuat kedaruratan pada neonatus

1. Hipotermia

Hipotermia adalah kondisi dimana suhu tubuh < 360C atau kedua kaki dan tangan teraba dingin.

Untuk mengukur suhu tubuh pada hipotermia diperlukan termometer ukuran rendah (low reading termometer) sampai 250C. Disamping sebagai suatu gejala, hipotermia dapat merupakan awal penyakit yang berakhir dengan kematian.

Akibat hipotermia adalah meningkatnya konsumsi oksigen (terjadi hipoksia), terjadinya metabolik asidosis sebagai konsekuensi glikolisis anaerobik, dan menurunnya simpanan glikogen dengan akibat hipoglikemia. Hilangnya kalori tampak dengan turunnya berat badan yang dapat ditanggulangi dengan meningkatkan intake kalori.

Etiologi dan factor presipitasi dari hipotermia antara lain : prematuritas, asfiksia, sepsis, kondisi neurologik seperti meningitis dan perdarahan cerebral, pengeringan yang tidak adekuat setelah kelahiran dan eksposure suhu lingkungan yang dingin.

Penanganan hipotermia ditujukan pada: 1) Mencegah hipotermia, 2) Mengenal bayi dengan hipotermia, 3) Mengenal resiko hipotermia, 4) Tindakan pada hipotermia. Tanda-tanda klinis hipotermia:

a. Hipotermia sedang (suhu tubuh 320C - <360C ), tanda-tandanya antara lain : kaki teraba dingin, kemampuan menghisap lemah, tangisan lemah dan kulit berwarna tidak rata atau disebut kutis marmorata.

b. Hipotermia berat (suhu tubuh < 320C ), tanda-tandanya antara lain : sama dengan hipotermia sedang, dan disertai dengan pernafasan lambat tidak teratur, bunyi jantung lambat, terkadang disertai hipoglikemi dan asidosisi metabolik.

c. Stadium lanjut hipotermia, tanda-tandanya antara lain : muka, ujung kaki dan tangan berwarna merah terang, bagian tubuh lainnya pucat, kulit mengeras, merah dan timbul edema terutama pada punggung, kaki dan tangan (sklerema)

2. Hipertermia

Hipertermia adalah kondisi suhu tubuh tinggi karena kegagalan termoregulasi. Hipertermia terjadi ketika tubuh menghasilkan atau menyerap lebih banyak panas daripada mengeluarkan panas. Ketika suhu tubuh cukup tinggi, hipertermia menjadi keadaan darurat medis dan membutuhkan perawatan segera untuk mencegah kecacatan dan kematian.

Penyebab paling umum adalah heat stroke dan reaksi negatif obat. Heat stroke adalah kondisi akut hipertermia yang disebabkan oleh kontak yang terlalu lama dengan benda yang mempunyai panas berlebihan. Sehingga mekanisme penganturan panas tubuh menjadi tidak terkendali dan menyebabkan suhu tubuh naik tak terkendali. Hipertermia karena reaksi negative obat jarang terjadi. Salah satu hipertermia karena reaksi negatif obat yaitu hipertensi maligna yang merupakan komplikasi yang terjadi karena beberapa jenis anestesi umum.

Tanda dan gejala : panas, kulit kering, kulit menjadi merah dan teraba panas, pelebaran pembuluh darah dalam upaya untuk meningkatkan pembuangan panas, bibir bengkak. Tanda-tanda dan gejala bervariasi tergantung pada penyebabnya. Dehidrasi yang terkait dengan serangan panas dapat menghasilkan mual, muntah, sakit kepala, dan tekanan darah rendah. Hal ini dapat menyebabkan pingsan atau pusing, terutama jika orang berdiri tiba-tiba. Tachycardia dan tachypnea dapat juga muncul sebagai akibat penurunan tekanan darah dan jantung. Penurunan tekanan darah dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit, mengakibatkan kulit pucat atau warna kebiru-biruan dalam kasus-kasus lanjutan stroke panas. Beberapa korban, terutama anak-anak kecil, mungkin kejang-kejang. Akhirnya, sebagai organ tubuh mulai gagal, ketidaksadaran dan koma akan menghasilkan.

3. Hiperglikemia

Hiperglikemia atau gula darah tinggi adalah suatu kondisi dimana jumlah glukosa dalam plasma darah berlebihan.

Hiperglikemia disebabkan oleh diabetes mellitus. Pada diabetes melitus, hiperglikemia biasanya disebabkan karena kadar insulin yang rendah dan / atau oleh resistensi insulin pada sel. Kadar insulin rendah dan / atau resistensi insulin tubuh disebabkan karena kegagalan tubuh mengkonversi glukosa menjadi glikogen, pada akhirnyanya membuat sulit atau tidak mungkin untuk menghilangkan kelebihan glukosa dari darah.
Gejala hiperglikemia antara lain : polifagi (sering kelaparan), polidipsi (sering haus), poliuri (sering buang air kecil), penglihatan kabur, kelelahan, berat badan menurun, sulit terjadi penyembuhan luka, mulut kering, kulit kering atau gatal, impotensi (pria), infeksi berulang, kussmaul hiperventilasi, arrhythmia, pingsan, koma.

4. Tetanus neonaturum

Tetanus neonaturum adalah penyakit tetanus yang diderita oleh bayi baru lahir yang disebabkan karena basil klostridium tetani.

Tanda-tanda klinis antara laian : bayi tiba-tiba panas dan tidak mau minum, mulut mencucu seperti mulut ikan, mudah terangsang, gelisah (kadang-kadang menangis) dan sering kejang disertai sianosis, kaku kuduk sampai opistotonus, ekstremitas terulur dan kaku, dahi berkerut, alis mata terangkat, sudut mulut tertarik ke bawah, muka rhisus sardonikus.

Penatalaksanaan yang dapat diberikan : bersihkan jalan napas, longgarkan atau buka p akaian bayi, masukkan sendok atau tong spatel yang dibungkus kasa ke dalam mulut bayi, ciptakan lingkungan yang tenang dan berikan ASI sedikit demi sedikit saat bayi tidak kejang.

5. Penyakit-penyakit pada ibu hamil

Kehamilan Trimester I dan II, yaitu : anemia kehamilan, hiperemesis gravidarum, abortus, kehamilan ektopik terganggu (implantasi diluar rongga uterus), molahidatidosa (proliferasi abnormal dari vili khorialis).

Kehamilan Trimester III, yaitu : kehamilan dengan hipertensi (hipertensi essensial, pre eklampsi, eklampsi), perdarahan antepartum (solusio plasenta (lepasnya plasenta dari tempat implantasi), plasenta previa (implantasi plasenta terletak antara atau pada daerah serviks), insertio velamentosa, ruptur sinus marginalis, plasenta sirkumvalata).

ASUHAN NEONATUS DENGAN JEJAS PERSALINAN

Jejas lahir merupakan istilah untuk menunjukkan trauma mekanik yang dapat dihindari atau tidak dapat dihindari, serta trauma anoksia yang dialami bayi selama kelahiran dan persalinan. Beberapa macam jejas persalinan yang akan dibahas, antara lain :

1. Caput Suksadenum

Caput suksadenum adalah pembengkakan yang edematosa atau kadang-kadang ekimotik dan difus dari jaringan lunak kulit kepala yang mengenai bagian yang telah dilahirkan selama persalinan verteks. Edema pada caput suksadenum dapat hilang pada hari pertama, sehingga tidak diperlukan terapi. Tetapi jika terjadi ekimosis yang luas, dapat diberikan indikasi fototerapi untuk kecenderungan hiperbilirubin.

Kadang-kadang caput suksadenum disertai dengan molding atau penumpangan tulang parietalis, tetapi tanda tersebut dapat hilang setelah satu minggu.

2. Sefalhematoma

Sefalhematoma merupakan perdarahan subperiosteum. Sefalhematoma terjadi sangat lambat, sehingga tidak nampak adanya edema dan eritema pada kulit kepala. Sefalhematoma dapat sembuh dalam waktu 2 minggu hingga 3 bulan, tergantung pada ukuran perdarahannya. Pada neonatus dengan sefalhematoma tidak diperlukan pengobatan, namun perlu dilakukan fototerapi untuk mengatasi hiperbilirubinemia. Tindakan insisi dan drainase merupakan kontraindikasi karena dimungkinkan adanya risiko infeksi. Kejadian sefalhematoma dapat disertai fraktur tengkorak, koagulopati dan perdarahan intrakranial.

3. Trauma pleksus brakialis

Jejas pada pleksus brakialis dapat menyebabkan paralisis lengan atas dengan atau tanpa paralisis lengan bawah atau tangan, atau lebih lazim paralisis dapat terjadi pada seluruh lengan. Jejas pleksus brakialis sering terjadi pada bayi makrosomik dan pada penarikan lateral dipaksakan pada kepala dan leher selama persalinan bahu pada presentasi verteks atau bila lengan diekstensikan berlebihan diatas kepala pada presentasi bokong serta adanya penarikan berlebihan pada bahu.

Trauma pleksus brakialis dapat mengakibatkan paralisis Erb-Duchenne dan paralisis Klumpke. Bentuk paralisis tersebut tergantung pada saraf servikalis yang mengalami trauma.

Pengobatan pada trauma pleksus brakialis terdiri atas imobilisasi parsial dan penempatan posisi secara tepat untuk mencegah perkembangan kontraktur.

4. Fraktur klavikula

Tanda dan gejala yang tampak pada bayi yang mengalami fraktur klavikula antara lain : bayi tidak dapat menggerakkan lengan secara bebas pada sisi yang terkena, krepitasi dan ketidakteraturan tulang, kadang-kadang disertai perubahan warna pada sisi fraktur, tidak adanya refleks moro pada sisi yang terkena, adanya spasme otot sternokleidomastoideus yang disertai dengan hilangnya depresi supraklavikular pada daerah fraktur.

5. Fraktur humerus

Pada fraktur humerus ditandai dengan tidak adanya gerakan tungkai spontan, tidak adanya reflek moro.

Penangan pada fraktur humerus dapat optimal jika dilakukan pada 2-4 minggu dengan imobilisasi tungkai yang mengalami fraktur.

TUGAS !

1. Carilah informasi mengenai jejas persalinan (terutama yang ada pada silabus)
2. Lengkapi pengetahuan anda mengenai paralisis Erb-Duchenne dan paralisis Klumpke
3. Buatlah rangkuman dan kumpulkan satu minggu dari pemberian tugas
4. Kumpulkan rangkuman anda dalam bentuk softfile melalui email dengan alamat miedha_74@yahoo.co.id
5. Kumpulkan rangkuman anda dalam bentuk tulisan tangan kepada mbak erika di bagian akademik DIV Kebidanan Fakultas Kedokteran UNS di Bagian Histologi FK UNS
6. Terima kasih dan selamat mengerjakan
7. Lampirkankan printout materi perkuliahan ASUHAN NEONATUS DENGAN JEJAS PERSALINAN
8. Pelajari materi KELAINAN BAWAAN PADA NEONATUS, BAYI, ANAK DAN BALITA

Asuhan Antenatal

Asuhan antenatal meliputi :
1.Pengkajian (Anamnesa, pemeriksaan fisik, pemeriksaan obstetrik, pemeriksaan
penunjang)
2.Menentukan diagnosa kehamilan, Mengidentifikasi masalah
3.Menetapkan perencanaan asuhan
4.Melaksanakan asuhan
5.Melaksanakan evaluasi

1. Anamnesa
Sebelum Bidan memberikan asuhan antenatal, terlebih dahulu klien diminta persetujuan atau informed consent. Informed conset sangat penting untuk mencegah terjadinya konflik dalam masalah etik. Informed consent adalah persetujuan sepenuhnya yang diberikan oleh klien atau pasien atau walinya kepada petugas kesehatan (bidan) untuk melakukan tindakan sesuai kebutuhan (IBI, 2003).
Tujuan anamnesa yaitu :
a.mengetahui keadaan kesehatan dan keluhan yang dirasakan ibu
b.konseling persiapan kelahiran, penkes pengambilan keputusan untuk rujukan
c.memberikan bimbingan dalam membangun keluarga sejahtera

a. Kunjungan awal
Kunjungan pertama merupakan kesempatan untuk membuat ibu merasa nyaman berbicara tentang dirinya. Oleh karena itu, untuk mendapatkan informasi yang yang dibutuhkan bidan, hendaknya ditumbuhkan rasa nyaman. Rasa nyaman pada ibu dapat ditumbuhkan jika :
1.pemeriksaan dilaksanakan di tempat tertutup sehingga bersifat pribadi dan rahasia
terjaga
2.apa yang disampaikan klien atau ibu diperhatikan dengan baik
3.pertanyaan klien atau ibu dijawab dengan baik
4.ibu diperlakukan dengan penuh rasa hormat

Kunjungan antenatal pertama/kunjungan awal merupakan kesempatan pertama untuk menilai keadaan kesehatan ibu dan janinnya, sekaligus menentukan kualitas interaksi antara pelaksana pelayanan dengan ibu sebagai klien di kemudian hari.


Pertanyaan yang diajukan pada kunjungan awal meliputi :
1). Identifikasi diri ibu hamil
a) Nama
Nama yang jelas dan lengkap perlu dipertanyakan serta nama panggilan
sehari-hari, ini untuk membedakan antara pasien yang satu dengan pasien
lainnya (Christina, 1998).
b) Umur
Umur yang kurang dari 20 tahun dan yang lebih dari 35 tahun termasuk
resiko tinggi dalam kehamilan (Mochtar, 1998).
c) Pekerjaan
Bekerja yang berlebih-lebihan dan memerlukan tenaga yang banyak harus
dicegah. Kerja berat mudah menimbulkan kelelahan yang akan mengurangi
kesehatan wanita yang memang sudah menurun karena adanya kehamilan
(Cunningham, 2006).
d) Suku/ bangsa
Perlu dikaji untuk mengetahui bahasa yang digunakan, agar mempermudah dalam
komunikasi dengan pasien. Jika seorang wanita yang mempunyai rhesus
negative menikah dengan laki-laki rhesus positif/ negative, jika positif
sel darahnya mungkin melewati plasenta selama kehamilan/ persalinan. Rhesus
terjadi pada wanita Afrika dan Asia Tenggara (Derek, 2002).
e).Pendidikan
Tingkat pendidikan akan mempengaruhi sikap dan perilaku kesehatan, dikaji
untuk mempermudah dalam memberikan asuhan masa nifas yang sesuai pada pasien
f). Alamat
Untuk mengetahui pasien tinggal dimana dan untuk meng-hindari kekeliruan bila ada 2 pasien dengan nama yang sama atau untuk keperluan kunjungan rumah.

2). Riwayat Kesehatan meliputi :
a). Adakah riwayat penyakit pada sistem kardiovaskuler
b). Adakah riwayat hipertensi
c). Adakah riwayat penyakit diabetes
d). Adakah riwayat penyakit malaria
e). Adakah riwayat penyakit menular seksual, seperti : HIV/ AIDS, sifilis, gonorhoe, dll.

3). Riwayat Kebidanan
a). Riwayat Menstruasi meliputi :
• Menarche
• Volume darah menstruasi
• Siklus
• Keluhan saat menstruasi
• Lama menstruasi
• HPMT
• HPL
b). Riwayat Kehamilan sekarang meliputi :
• Keluhan umum yang dirasakan ibu selama hamil
• Kapan ibu pertama kali merasakan gerakan janin
• Berapa kali dalam sehari ibu merasakan gerakan janin
• Adakah tanda bahaya atau penyulit yang dialami ibu selama hamil
• Adakah obat/ jamu yang dikonsumsi ibu selama hamil
• Adalah kekhawatiran khusus yang dirasakan ibu mengenai kehamilannya
• Kapan pemberian imunisasi TT pada ibu hamil
• Apakah ibu sudah mendapatkan tablet besi dan bagaimana pola konsumsinya ?
c). Riwayat kehamilan yang lalu meliputi :
• Jumlah kehamilan
• Jumlah anak yang lahir hidup
• Jumlah kelahiran prematur
• Jumlah keguguran
• Riwayat persalinan (normal. SC, vorcep, vakum)
• Riwayat perdarahan pada persalinan dan pasca persalinan
• Kehamilan dengan tekanan darah tinggi
• Berat bayi lahir < 2,5 kg atau >4kg
• Umur anak terkecil
• Untuk primigravida, lama kawin dan umur pertama kali kawin

d). Riwayat kesehatan keluarga meliputi :
• Adakah riwayat keluarga yang pernah atau sedang menderita pentakit menular (misal TBC)
• Adakah riwayat keluarga yang pernah atau sedang menderita pentakit menurun (misal DM)

e). Riwayat sosial ekonomi meliputi :
• Status perkawinan
• Respon ibu dan keluarga terhadap kehamilan
• Riwayat KB
• Dukungan keluarga
• Pengambil keputusan dalam keluarga
• Gizi yang dikonsumsi dan kebiasaan makan yang difokuskan pada vit A dan zat besi
• Kebiasaan hidup sehat meliputi kebiasaan merikok, minum obat atau alkohol
• Beban kerja dan kegiatan sehari-hari
• Tempat dan petugas kesehatan yang diinginkan untyk membantu persalinan





2. Pemeriksaan Fisik
Tekhnik pemeriksaan fisik pada ibu hamil menggunakan empat cara yaitu inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi. Pemeriksaan fisik dilakukan dari ujung kepala sampai ujung kaki (head to toe). Pemeriksaan fisik meliputi :

1. Kesan umum : tingkat kesadaran (composmentis), penampilan ( tampak sakit atau sehat)
2. Mengukur tinggi badan dan berat badan
Secara umum perlu dikaji untuk mengetahui adanya resiko kehamilan yang berhubungan dengan tinggi badan (normal > 145cm). Bandingkan kenaikan BB sebelum hamil dengan setelah hamil.
3. Lingkar lengan
Perlu dikaji untuk mengetahui status gizi ibu
4. Mengukur tekanan darah, frekuensi nadi, frekuensi nafas, suhu tubuh
5. Memeriksa daerah kepala dan leher
a. Memeriksa apakah rambut ibu sehat, adakah ketombe, adakah kutu, apakah mudah rontok
b. Memeriksa adakah odeme di wajah ibu, adakah cloasma gravidarum di wajah ibu
c. Memeriksa apakah kelopak mata ibu tampak pucat, apakah terdapat warna kuning pada sklera mata ibu
d. Memeriksa apakah telinga bersih, adakah kelainan pada telinga
e. Memeriksa adakah sariawan, apakah ada caries dentis, apakah gusi mudah berdarah
f. Meraba leher apakah ada pembesaran kelenjar tyroid

6. Memeriksa daerah dada
Inspeksi
Palpasi
Perkusi
Auskultasi

7. Pemeriksaan Obstetri
a. Inspeksi
1) Muka : Apakah ada cloasma gravidarum, apakah muka tampak
pucat. (Wiknjosatro, 2002)
2) Mammae : Ada hiperpigmentasi aerola, bagaimana keadaan
payudara tampak tegang dan membesar puting susu
menonjol.
3) Abdomen : Apakah ada bekas luka operasi, ada striae gravidarum
atau tidak.
4) Genetalia : Adakah pembesaran kelenjar bartholini, adakah
condiloma akuminata, abnormal ataupun tanda kelainan
lain.




b. Palpasi
Menurut Mochtar (1998) :
1) Mammae
Adakah benjolan atau teraba panas, bagaimana konsistensi Payudara. Memeriksa letaknya simetris atau tidak, putingnya menonjol atau masuk ke dalam, kolostrum sudah keluar apa belum. Memeriksa adakah massa
2) Abdomen
Memeriksa adakah luka bekas opersai.Palpasi yang digunaka adalah menurut leopold. Melakukan palpasi untuk menentukan letak, presentasi, posisi, penurunan kepala janin (UK >36 minggu)

Leopold I
Untuk mengukur TFU (menentukan usia kehamilan ) dan mengetahui bagian janin yang berada di fundus. Mengukur tinggi fundus uteri menggunakan tangan (UK >12 menggu) atau metlyn (UK > 22minggu)
Leopold 2
Untuk mengetahui bagian janin yang berada di sebelah kanan dan kiri ibu
Leopold 3
Untuk mengetahui bagian terbawah janin
Leopold 4
Untuk mengetahui seberapa jauh bagian terbawah janin masuka pintu
atas panggul

a.Menghitung DJJ dengan doppler jika UK > 18 minggu


8.Memeriksa tangan dan kaki
b.Memeriksa apakah tangan dan kaki terdapat edema
c.Memeriksa dan meraba kaki untuk mengetahui adanya varises
d.Memeriksa reflek patella
9.Pemeriksaan panggul
e.Distansia spinarum : jarak antara spina iliaca anterior superior kiri-kanan (23 cm)
f.Distansia cristarum : jarak terjauh antara crista iliaca kanan dan kiri (26 cm)
g.Conjugata externa : jarak antara pinggir atas symfisis dan ujung procesus ruas tulang lumbal kelima
h.Langkar panggul : dari pinggir atas symfisis ke pertengahan anatar spina iliaca anterior dan trochanter mayor sepihak dan kembali melalui tempat yang sama dipihak lain (80 cm)
10.Pemeriksaan genetalia
Genetalai luar meliputi :
i.Pemeriksaan genital luar : adakah luka pada labia mayora, labia minora, klitoris, lubang uretra maupun introitus vagina
j.Memeriksa adakah varises pada vulva
k.Memeriksa adakah cairan yag keluar (warna, konsistensi, jumlah, bau)
l.Memeriksa adakah pembengkakan kelenjar bartholini
Genetalia dalam (dengan spekulun) meliputi :
a.Memeriksa adakah luka pada serviks
b.Memeriksa apakah serviks sudah membuka apa belum
c.Memeriksa apakah ada pengeluaran cairan atau darah
Pemeriksaan Labolatorim meliputi :
a.Uji kehamilan (HCG)
Untuk memastikan kehamilan bila ibu terlambat datang bulan minimal 2 minggu. Hasil positif bila konsentrasi HCG dalam urine mencapai 25 IU. Hasil positif palsu dapat tdrjadi karena rendahnya konsentrasi HCG akiabat urine terlalu encer, tanggal yang tidak akurat, kehamilan ektopik. Urine yang diambil adalah urine pagi hari setelah bangun tidur dan yang pertama kali keluar.
b.Glukosa urine
Untuk mendeteksi penyakit diabetes gestasional. Urine yang diambil adalah urin sewaktu yang tidak boleh tercampur air.
c.Protein Urine
Untuk mendeteksi pre eklamsi. Urine yang digunakan adalah urine sewaktu.
d.Hemoglobin
Untuk mendeteksi adanya anemia yaitu turunnya kadar hemoglobin kurang dari 12,0 g/100 ml darah.

KEBUTUHAN NUTRISI

Kebutuhan gizi ibu hamil meningkat 15 % . Peningkatan gizi ini dibutuhkan untuk pertumbuhan ibu dan janin. Makanan dikonsumsi ibu hamil 40 untuk pertumbuhan janin dan sisanya (60 %) digunakan untuk pertumbuhan ibunya
1. Kebutuhan Nutrisi Ibu hamil Tiap Trimester
Pada umumnya kebutuhan makanan bagi ibu hamil untuk setiap trimester berbeda-beda. Hal ini berhubungan dengan kondisi ibu pada setiap trimester tersebut (Huliana, 2007).
a. Pada Trimester I
Pada kehamilan Trimester I (0-12 minggu), umumnya nafsu makan ibu berkurang, sering timbul rasa mual dan ingin muntah. Pada kondisi ini, ibu harus berusaha untuk makan agar janin dapat tumbuh dengan baik. Makan dengan porsi kecil tetapi sering, seperti sup, susu, telur, biskuit, buah segar dan jus.
b. Pada Trimester II
Pada kehamilan Trimester kedua (sampai usia 28 minggu), nafsu makan sudah pulih kembali. Kebutuhan makan harus lebih banyak dari biasanya, meliputi makan sumber tenaga, pembangun, pelindung dan pengatur. Hal ini dibutuhkan untuk pertumbuhan janin dan perubahanperubahan tubuh ibu hamil.
c. Pada Trimester III
Pada kehamilan Trimester ketiga (sampai usia 40 minggu) nafsu makan sangat baik, tetapi jangan berlebihan. Kurangi karbohidrat, tingkat protein sayur-sayuran dan buah-buahan, lemak harus tetap dikonsumsi. Selain itu kurangi makanan yang terlalu manis (seperti gula) dan terlalu asin (seperti garam, ikan asin, telur asin) karena makanan tersebut akan cenderung janin tumbuh lebih besar dan merangsang timbulnya keracunan saat kehamilan

2. Kebutuhan gizi pada ibu hamil (Paath, 2004)
a. Kebutuhan Energi
Energi yang dibutuhkan pada waktu hamil kurang lebih 2500 kalori dalam satu hari selama hamil. Pada awal kehamilan trimester I kebutuhan energi masih sedikit, tetapi pada akhir semester terjadi peningkatan. Pada trimester II energi yang dibutuhkan untuk penambah darah, perkembangan uterus, pertumbuhan janin mamae, dan penimbunan lemak. Pada trimester III energi digunakan untuk pertumbuhan janin dan
plasenta. Sumber energi adalah hidrat arang, beras, jagung, gandum,kentang, ubi jalar, ubi kayu dan sagu.
b. Kebutuhan Protein
Kebutuhan protein meningkat selama hamil, untuk perkembangan janin, penambah volume darah, pertumbuhan mamae ibu dan jaringan uterus. Jumlah protein yang dibutuhkan ibu hamil kurang lebih 76 gram dalam satu hari selama hamil. Sumber protein hewani, daging, ikan,unggas, telur, kerang. Sumber protein nabati adalah kacang–kacangan.
c. Kebutuhan Lemak
Lemak dibutuhkan sebagai sumber kalori dan untuk mendapatkan Vitamin A, D, E dan K.
d. Kebutuhan Vitamin
Beberapa vitamin yang dibutuhkan ibu hamil
1) Vitamin A
Penting untuk mata, tulang kulit, rambut dan mencegah kelainan bawaan. Sumber vitamin, minyak ikan, kuning telur, wortel sayuran berwarna hijau dan buah-buahan berwarna merah.
2) Vitamin B Komplek
Kandungan vitamin B Complek yaitu: Vitamin B1, B2, asam nikotin, B6. B12, dan asam folat.
3) Garam Mineral
Kebutuhan garam mineral bagi ibu hamil meliputi kalsium sat besi dan fosfor.



3. Gizi Seimbang
Sumber Tenaga (Sumber Energi)
a. Ibu hamil membutuhkan tambahan energi sebesar 300 kalori perhari
b. sekitar 15 % lebih banyak dari normalnya yaitu 2500 s/d 3000 kalori dalam sehari.
c. Sumber energi dapat diperoleh dari karbohidrat dan lemak.

Sumber Pembangun
a. Sumber zat pembangun dapat diperoleh dari protein.
b. Kebutuhan protein yang dianjurkan sekitar 800 gram/hari.
c. sekitar 70 % dipakai untuk kebutuhan janin dan kandungan.
Sumber Pengatur dan Pelindung
a. Sumber zat pengatur dan pelindung dapat diperoleh dari air, vitamin dan mineral.
b. Sumber ini dibutuhkan tubuh untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit dan mengatur kelancaran proses metabolisme tubuh.

Kegunaan Nutrisi pada kehamilan :
a. Pertumbuhan dan perkembangan janin
b. Mengganti sel-sel tubuh yang rusak
c. Sumber tenaga
d. Mengatur suhu tubuh dan cadangan makanan
Prinsip Nutrisi
a. Konsumsilah makanan dengan porsi yang cukup dan teratur/ seimbang
b. Hindari makanan yang terlalu asin dan pedas
c. Hindari makanan yang mengandung lemak cukup tinggi
d. Hindari makanan dan minuman yang mengandung alkohol
e. Hindari makanan yang mengandung bahan pengawet dan zat pewarna
f. Hindari merokok

Perhatikan cara mengolah makanan
a. Pilihlah sayuran dan buah-buahan yang segar dan berwarna kuning
b. Pilihlah daging dan ikan yang segar
c. Cucilah tangan yang bersih sebelum dan sesudah mengolah makanan
d. Cucilah bahan makanan yang bersih
e. Jangan memasak sayuran sampai layu
f. Konsumsilah makanan yang diolah sampai matang
g. Hindari pemakaian zat pewarna, pengawet, bumbu masak (vetsin)
h. Hindari pemakaian minyak yang sudah berkali-kali digunakan
i. Perhatikan tanggal kadaluarsa dan komposisi vitamin, mineral dan
j. tempat makanan kalengan
4. Masalah gizi yang sering terjadi pada ibu hamil (Paath, 2004).
a. Anemia gizi besi
Banyak terdapat di Indonesia sehingga para ibu hamil juga dianjurkan agar mengkonsumsi tablet zat besi atau mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi (hati ayam).
b. Kenaikan Berat Badan Selama Hamil yang Rendah
Di negara maju rata-rata kenaikan berat badan selama hamil sebesar 12-4 kg, bila ibu hamil kurang gizi, maka pertambahan berat badan hanya 7-8 kg yang mengakibatkan melahirkan bayi BBLR.
c. Masalah Ngidam (emesis gravidarum)
Bila berlebihan disebut hiperemesis (tidak normal) sehingga harus memperhatikan kebutuhan gizi. Keadaan ini berlangsung pada trimester pertama ketika janin belum tumbuh besar sehingga kebutuhan gizi ekstra belum mendesak. Pada trimester kedua dan ketiga emesis jarang terjadi lagi tetapi kebutuhan gizi ekstra untuk pertumbuhan janin sangat perlu.

Praktik memandikan bayi

(1). Tunggu sedikitnya 6 jam setelah lahir sebelum memandikan bayi (lebih lama jika bayi mengalami asfiksia atau hipotermi)

(2). Sebelum memandikan bayi, periksa bahwa suhu tubuh stabil (suhu aksila antara 36,5º C – 37º C). Jika suhu tubuh bayi masih dibawah 36,5º C, selimuti kembali tubuh bayi secara longgar, tutupi bagian kepala dan tempatkan bersama ibunya di tempat tidur atau lakukan persentuhan kuli ibu – bayi dan selimuti keduanya. Tunda memandikan bayi hingga suhu tubuh bayi tetap stabil dalam waktu (paling sedikit) satu (1) jam.

(3). Tunda untuk memandikan bayi yang sedang mengalami masalah pernapasan

(4). Sebelum bayi dimandikan, pastikan ruangan mandinya hangat dan tidak ada tiupan angin. Siapkan handuk bersih dan kering untuk mengeringkan tubuh bayi dan siapkan beberapa lembar kain atau selimut bersih dan kering untuk menyelimuti tubuh bayi setelah dimandikan.

(5). Memandikan bayi secara cepat dengan air bersih dan hangat

(6). Segera keringkan bayi dengan menggunakan handuk bersih dan kering

(7). Ganti handuk yang basah dengan selimut bersih dan kering, kemudian selimuti tubuh bayi secara longgar. Pastikan bagian kepala bayi diselimuti dengan baik

(8). Bayi dapat diletakkan bersentuhan kulit dengan ibu dan diselimuti dengan baik

(9). Ibu dan bayi disatukan di tempat dan anjurkan ibu untuk menyusukan bayinya

f. Tempatkan bayi di lingkungan yang hangat

g. Idealnya bayi baru lahir ditempatkan di tempat tidur yang sama dengan ibunya, untuk menjaga bayi tetap hangat dan mendorong ibu untuk segera memberikan ASI

4. Membebaskan Jalan Nafas nafas

Dengan cara sebagai berikut yaitu bayi normal akan menangis spontan segera setelah lahir, apabila bayi tidak langsung menangis, penolong segera membersihkan jalan nafas dengan cara sebagai berikut :

Ø Letakkan bayi pada posisi terlentang di tempat yang keras dan hangat.

Ø Gulung sepotong kain dan letakkan di bawah bahu sehingga leher bayi lebih lurus dan kepala tidak menekuk. Posisi kepala diatur lurus sedikit tengadah ke belakang.

Ø Bersihkan hidung, rongga mulut dan tenggorokkan bayi dengan jari tangan yang dibungkus kassa steril.

Ø Tepuk kedua telapak kaki bayi sebanyak 2-3 kali atau gosok kulit bayi dengan kain kering dan kasar.

Ø Alat penghisap lendir mulut (De Lee) atau alat penghisap lainnya yang steril, tabung oksigen dengan selangnya harus sudah ditempat

Ø Segera lakukan usaha menghisap mulut dan hidung

Ø Memantau dan mencatat usaha bernapas yang pertama (Apgar Score)

Ø Warna kulit, adanya cairan atau mekonium dalam hidung atau mulut harus diperhatikan.

5. Merawat tali pusat

Ø Setelah plasenta dilahirkan dan kondisi ibu dianggap stabil, ikat atau jepitkan klem plastik tali pusat pada puntung tali pusat.

Ø Celupkan tangan yang masih menggunakan sarung tangan ke dalam larutan klonin 0,5 % untuk membersihkan darah dan sekresi tubuh lainnya.

Ø Bilas tangan dengan air matang atau disinfeksi tingkat tinggi

Ø Keringkan tangan (bersarung tangan) tersebut dengan handuk atau kain bersih dan kering.

Ø Ikat ujung tali pusat sekitar 1 cm dari pusat bayi dengan menggunakan benang disinfeksi tingkat tinggi atau klem plastik tali pusat (disinfeksi tingkat tinggi atau steril). Lakukan simpul kunci atau jepitankan secara mantap klem tali pusat tertentu.

Ø Jika menggunakan benang tali pusat, lingkarkan benang sekeliling ujung tali pusat dan dilakukan pengikatan kedua dengan simpul kunci dibagian tali pusat pada sisi yang berlawanan.

Ø Lepaskan klem penjepit tali pusat dan letakkan di dalam larutan klonin 0,5%

Ø Selimuti ulang bayi dengan kain bersih dan kering, pastikan bahwa bagian kepala bayi tertutup dengan baik..(Dep. Kes. RI, 2002)

6. Mempertahankan suhu tubuh bayi

Pada waktu lahir, bayi belum mampu mengatur tetap suhu badannya, dan membutuhkan pengaturan dari luar untuk membuatnya tetap hangat. Bayi baru lahir harus di bungkus hangat. Suhu tubuh bayi merupakan tolok ukur kebutuhan akan tempat tidur yang hangat sampai suhu tubuhnya sudah stabil. Suhu bayi harus dicatat (Prawiroharjo, 2002).

Bayi baru lahir tidak dapat mengatur temperatur tubuhnya secara memadai dan dapat dengan cepat kedinginan jika kehilangan panas tidak segera dicegah. Bayi yang mengalami kehilangan panas (hipotermi) beresiko tinggi untuk jatuh sakit atau meninggal, jika bayi dalam keadaan basah atau tidak diselimuti mungkin akan mengalami hipoterdak, meskipun berada dalam ruangan yang relatif hangat. Bayi prematur atau berat lahir rendah sangat rentan terhadap terjadinya hipotermia.

Pencegah terjadinya kehilangan panas yaitu dengan :

Ø Keringkan bayi secara seksama

Ø Selimuti bayi dengan selimut atau kain bersih, kering dan hangat

Ø Tutup bagian kepala bayi

Ø Anjurkan ibu untuk memeluk dan menyusukan bayinya

Ø Lakukan penimbangan setelah bayi mengenakan pakaian

Ø Tempatkan bayi di lingkungan yang hangat. (Dep. Kes. RI, 2002)

7. Pencegahan infeksi

Ø Memberikan vitamin K

Untuk mencegah terjadinya perdarahan karena defisiensi vitamin K pada bayi baru lahir normal atau cukup bulan perlu di beri vitamin K per oral 1 mg / hari selama 3 hari, dan bayi beresiko tinggi di beri vitamin K parenteral dengan dosis 0,5 – 1 mg IM.

Ø Memberikan obat tetes atau salep mata

Untuk pencegahan penyakit mata karena klamidia (penyakit menular seksual) perlu diberikan obat mata pada jam pertama persalinan, yaitu pemberian obat mata eritromisin 0.5 % atau tetrasiklin 1 %, sedangkan salep mata biasanya diberikan 5 jam setelah bayi lahir.

Perawatan mata harus segera dikerjakan, tindakan ini dapat dikerjakan setelah bayi selesai dengan perawatan tali pusat

Yang lazim dipakai adalah larutan perak nitrat atau neosporin dan langsung diteteskan pada mata bayi segera setelah lahir

Bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi, pastikan untuk melakukan tindakan pencegahan infeksi berikut ini :

Ø Cuci tangan secara seksama sebelum dan setelah melakukan kontak dengan bayi.

Ø Pakai sarung tangan bersih pada saat menangani bayi yang belum dimandikan.

Ø Pastikan bahwa semua peralatan, termasuk klem gunting dan benang tali pusat telah didinfeksi tingkat tinggi atau steril, jika menggunakan bola karet penghisap, pakai yang bersih dan baru.

Ø Pastikan bahwa semua pakaian, handuk, selimut serta kain yang digunakan untuk bayi telah dalam keadaan bersih.

Ø Pastikan bahwa timbangan, pipa pengukur, termometer, stetoskop dan benda-benda lainnya yang akan bersentuhan dengan bayi dalam keadaan bersih (dekontaminasi dan cuci setiap setelah digunakan). (Dep.kes.RI, 2002)

8. Identifikasi bayi

Ø Alat pengenal untuk memudahkan identifikasi bayi perlu di pasang segera pasca persalinan. Alat pengenal yang efektif harus diberikan kepada bayi setiap bayi baru lahir dan harus tetap ditempatnya sampai waktu bayi dipulangkan.

Ø Peralatan identifikasi bayi baru lahir harus selalu tersedia di tempat penerimaan pasien, di kamar bersalin dan di ruang rawat bayi

Ø Alat yang digunakan, hendaknya kebal air, dengan tepi yang halus tidak mudah melukai, tidak mudah sobek dan tidak mudah lepas

Ø Pada alat atau gelang identifikasi harus tercantum nama (bayi, nyonya), tanggal lahir, nomor bayi, jenis kelamin, unit, nama lengkap ibu

Ø Di setiap tempat tidur harus diberi tanda dengan mencantumkan nama, tanggal lahir, nomor identifikasi. (Saifudin,, 2002)

Rujukan

1. DepKes RI, 1992 Asuhan Kesehatan Anak dalam Konteks keluarga
2. Saifudin Abdul Bahri. 2002. Buku panduan praktis pelayanan kesehatan maternal neonatal.YBP_SP.Jakarta
3. JHPIEGO.2003. Panduan pengajar asuhan kebidanan fisiologi bagi dosen diploma III kebidanan. Buku 5 asuhan bayi baru lahir,Pusdiknakes.Jakarta
4. Modul Asuhan Persalinan Normal

BAYI BARU LAHIR NORMAL

A. Pengertian

Menurut Saifuddin, (2002) Bayi baru lahir adalah bayi yang baru lahir selama satu jam pertama kelahiran.

Menurut Donna L. Wong, (2003) Bayi baru lahir adalah bayi dari lahir sampai usia 4 minggu. Lahirrnya biasanya dengan usia gestasi 38 – 42 minggu.

Menurut Dep. Kes. RI, (2005) Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dengan umur kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dan berat lahir 2500 gram sampai 4000 gram.

Menurut M. Sholeh Kosim, (2007) Bayi baru lahir normal adalah berat lahir antara 2500 – 4000 gram, cukup bulan, lahir langsung menangis, dan tidak ada kelainan congenital (cacat bawaan) yang berat.

B. Ciri – Ciri Bayi Baru Lahir

1. Berat badan 2500 - 4000 gram

2. Panjang badan 48 - 52 cm

3. Lingkar dada 30 - 38 cm

4. Lingkar kepala 33 - 35 cm

5. Frekuensi jantung 120 - 160 kali/menit

6. Pernafasan ± - 60 40 kali/menit

7. Kulit kemerah - merahan dan licin karena jaringan sub kutan cukup

8. Rambut lanugo tidak terlihat, rambut kepala biasanya telah sempurna

9. Kuku agak panjang dan lemas

10. Genitalia;

Perempuan labia mayora sudah menutupi labia minora

Laki – laki testis sudah turun, skrotum sudah ada

11. Reflek hisap dan menelan sudah terbentuk dengan baik

12. Reflek morrow atau gerak memeluk bila dikagetkan sudah baik

13. Reflek graps atau menggenggan sudah baik

14. Eliminasi baik, mekonium akan keluar dalam 24 jam pertama, mekonium berwarna hitam kecoklatan

C. Reflek – Reflek Fisiologis

1. Mata

a. Berkedip atau reflek corneal

Bayi berkedip pada pemunculan sinar terang yang tiba – tiba atau pada pandel atau obyek kearah kornea, harus menetapkan sepanjang hidup, jika tidak ada maka menunjukkan adanya kerusakan pada saraf cranial.

b. Pupil

Pupil kontriksi bila sinar terang diarahkan padanya, reflek ini harus sepanjang hidup.

c. Glabela

Ketukan halus pada glabela (bagian dahi antara 2 alis mata) menyebabkan mata menutup dengan rapat.

2. Mulut dan tenggorokan

a. Menghisap

Bayi harus memulai gerakan menghisap kuat pada area sirkumoral sebagai respon terhadap rangsangan, reflek ini harus tetap ada selama masa bayi, bahkan tanpa rangsangan sekalipun, seperti pada saat tidur.

b. Muntah

Stimulasi terhadap faring posterior oleh makanan, hisapan atau masuknya selang harus menyebabkan bayi mengalami reflek muntah, reflek ini harus menetap sepanjang hidup.

c. Rooting

Menyentuh dan menekan dagu sepanjang sisi mulut akan menyebabkan bayi membalikkan kepala kearah sisi tersebut dan mulai menghisap, harus hilang pada usia kira – kira 3 -4 bulan

d. Menguap

Respon spontan terhadap panurunan oksigen dengan maningkatkan jumlah udara inspirasi, harus menetap sepanjang hidup

e.Ekstrusi

Bila lidah disentuh atau ditekan bayi merespon dengan mendorongnya keluar harus menghilang pada usia 4 bulan

f.Batuk

Iritasi membrane mukosa laring menyebabkan batuk, reflek ini harus terus ada sepanjang hidup, biasanya ada setelah hari pertama lahir

3. Ekstrimitas

a. Menggenggam

Sentuhan pada telapak tangan atau telapak kaki dekat dasar kaki menyebabkan fleksi tangan dan jari

b. Babinski

Tekanan di telapak kaki bagian luar kearah atas dari tumit dan menyilang bantalan kaki menyebabkan jari kaki hiperektensi dan haluks dorso fleksi

c. Masa tubuh

(1). Reflek moro

Kejutan atau perubahan tiba – tiba dalam ekuilibrium yang menyebabkan ekstensi dan abduksi ekstrimitas yang tiba –tiba serta mengisap jari dengan jari telunjuk dan ibu jari membentuk “C” diikuti dengan fleksi dan abduksi ekstrimitas, kaki dapat fleksi dengan lemah.

(2). Startle

Suara keras yang tiba – tiba menyebabkan abduksi lengan dengan fleksi siku tangan tetap tergenggam

(3). Tonik leher

Jika kepala bayi dimiringkan dengan cepat ke salah sisi, lengan dan kakinya akan berekstensi pada sisi tersebut dan lengan yang berlawanan dan kaki fleksi.

(3). Neck – righting

Jika bayi terlentang, kepala dipalingkan ke salah satu sisi, bahu dan batang tubuh membalik kearah tersebut dan diikuti dengan pelvis

(4) Inkurvasi batang tubuh (gallant)

Sentuhan pada punggung bayi sepanjang tulang belakang menyebabkan panggul bergerak kea rah sisi yang terstimulasi.

D. Penanganan Segera Bayi Baru Lahir

Menurut JNPK-KR/POGI, APN, (2007) asuhan segera, aman dan bersih untuk bayi baru lahir ialah :

1. Pencegahan Infeksi

Ø Cuci tangan dengan seksama sebelum dan setelah bersentuhan dengan bayi

Ø Pakai sarung tangan bersih pada saat menangani bayi yang belum dimandikan

Ø Pastikan semua peralatan dan bahan yang digunakan, terutama klem, gunting, penghisap lendir DeLee dan benang tali pusat telah didesinfeksi tingkat tinggi atau steril.

Ø Pastikan semua pakaian, handuk, selimut dan kain yang digunakan untuk bayi, sudah dalam keadaan bersih. Demikin pula dengan timbangan, pita pengukur, termometer, stetoskop.

2. Melakukan penilaian

Ø Apakah bayi menangis kuat dan/atau bernafas tanpa kesulitan

Ø Apakah bayi bergerak dengan aktif atau lemas

Jika bayi tidak bernapas atau bernapas megap – megap atau lemah maka segera lakukan tindakan resusitasi bayi baru lahir.

3. Pencegahan Kehilangan Panas

Mekanisme kehilangan panas

a. Evaporasi

Penguapan cairan ketuban pada permukaan tubuh oleh panas tubuh bayi sendiri karena setelah lahir, tubuh bayi tidak segera dikeringkan.

a. Konduksi

Kehilangan panas tubuh melalui kontak langsung antara tubuh bayi dengan permukaan yang dingin, co/ meja, tempat tidur, timbangan yang temperaturnya lebih rendah dari tubuh bayi akan menyerap panas tubuh bayi bila bayi diletakkan di atas benda – benda tersebut

b. Konveksi

Kehilangan panas tubuh terjadi saat bayi terpapar udara sekitar yang lebih dingin, co/ ruangan yang dingin, adanya aliran udara dari kipas angin, hembusan udara melalui ventilasi, atau pendingin ruangan.

c. Radiasi

Kehilangan panas yang terjadi karena bayi ditempatkan di dekat benda – benda yang mempunyai suhu tubuh lebih rendah dari suhu tubuh bayi, karena benda – benda tersebut menyerap radiasi panas tubuh bayi (walaupun tidak bersentuhan secara langsung)

Mencegah kehilangan panas

Cegah terjadinya kehilangan panas melalui upaya berikut :

a. Keringkan bayi dengan seksama

Mengeringkan dengan cara menyeka tubuh bayi, juga merupakan rangsangan taktil untuk membantu bayi memulai pernapasannya.

b. Selimuti bayi dengan selimut atau kain bersih dan hangat

Ganti handuk atau kain yang telah basah oleh cairan ketuban dengan selimut atau kain yang baru (hanngat, bersih, dan kering)

c. Selimuti bagian kepala bayi

Bagian kepala bayi memiliki luas permukaan yg relative luas dan bayi akan dengan cepat kehilangan panas jika bagian tersebut tidak tertutup.

d. Anjurkan ibu untuk memeluk dan menyusui bayinya

Pelukan ibu pada tubuh bayi dapat menjaga kehangatan tubuh dan mencegah kehilangan panas. Sebaiknya pemberian ASI harus dimulai dalam waktu satu (1) jam pertama kelahiran

e. Jangan segera menimbang atau memandikan bayi baru lahir

Karena bayi baru lahir cepat dan mudah kehilangan panas tubuhnya, sebelum melakukan penimbangan, terlebih dahulu selimuti bayi dengan kain atau selimut bersih dan kering. Berat badan bayi dapat dinilai dari selisih berat bayi pada saat berpakaian/diselimuti dikurangi dengan berat pakaian/selimut. Bayi sebaiknya dimandikan sedikitnya enam (^) jam setelah lahir.

Planning Family

Menghitung masa kesuburan


Apa sih yang sebenarnya terjadi pada wanita pada masa subur? Masa subur adalah suatu kondisi dalam siklus menstruasi seorang wanita, di mana ovarium (indung telur) melepaskan satu sel telur yang matang dan siap di buahi oleh sel sperma suaminya. Dan itu hanya sekali terjadi selama siklus haid seorang wanita. Itu artinya kehamilan dapat terjadi apabila sel telur yang dilepaskan dari ovarium tersebut bertemu dan dibuahi oleh sel sperma. Artinya pula pembuahan hanya bisa sekali dalam satu siklus haid. Lalu apa manfaatnya seorang wanita mengetahui kapan masa suburnya?
Dengan mengetahui kapan masa subur seorang wanita, berarti kita bisa tahu kapan kemungkinan kehamilan bisa terjadi. Jadi bagi yang menginginkan kehamilan, pada saat itu adalah waktu yang tepat untuk melakukan hubungan suami isteri agar fertilisasi dapat terjadi. Sedangkan bagi yang ingin menunda kehamilan, dengan mengetahui masa subur, pada saat itu merupakan waktu untuk menunda berhubungan suami isteri agar kehamilan dapat dihindari.

Ada beberapa metode agar kita dapat mengetahui masa subur. Diantaranya dengan system kalender, dengan menilai peningkatan suhu badan, menilai lendir rahim dan dengan Alat Tes Ovulasi. Namun pada kesempatan kali ini, saya hanya akan membahas bagaimana mengetahui masa subur dengan system kalender.

Namun sebelum menghitung masa subur Anda, ada beberapa persyaratan dan persiapan yang harus dilakukan. Persyaratannya, siklus haid Anda harus teratur setiap bulannya,
artinya hari pertama haid sampai dengan hari terakhir sebelum haid berikutnya berada dalam kondisi tetap setiap bulannya. Misalnya 28 hari, 29 atau 30 hari. Sedangkan persiapannya, Anda harus mengevaluasi terlebih dahulu siklus haid Anda selama minimal 3 bulan sebelum anda mengambil kesimpulan berapa hari siklus haid Anda tiap bulannya.

Kalau siklus haid Anda teratur, tentu Anda bisa mengira-ngira tanggal berapa bulan berikutnya Anda akan mengalami haid. Nah, dari tanggal tersebutlah Anda bisa menghitung kapan masa suburnya. Hitunglah mundur 14 hari dari tanggal perkiraan Anda haid berikutnya. Itulah hari diperkirakan pelepasan sel telur dari ovarium terjadi (ovulasi) yang berarti itulah perkiraan masa subur seorang wanita.

Penjelasan pada gambar, tanggal yang diberi warna merah diasumsikan sebagai hari-hari seorang wanita mengalami haid. Sedangkan tanggal yang diberi warna kuning adalah lamanya siklus haid, sedangkan tanggal yang diberi warna biru adalah perkiraan terjadinya ovulasi, ditarik mundur 14 hari dari perkiraan tanggal haid berikutnya. Itu merupakan saat yang tepat untuk melakukan hubungan suami isteri bila Anda menginginkan kehamilan atau menghindarinya bila Anda ingin menunda kehamilan.

Semoga penjelasan tersebut tidak membuat Anda bingung. Semoga bermanfaat !

chubyQ
MedicalEra Active Poster
Posts: 243
graphgraph
User Offline Click here to see the profile of this user

beberapa metode KB
Ada beberapa metode kontrasepsi atau KB yang tersedia. Untuk memilih apa kontrasepsi atau KB yang cocok untuk anda, sebaiknya anda mengetahui kebaikan dan kekurangan dari metode KB ini.

Beberapa metode kontrasepsi:

Metode Perlindungan:

Metode kontrasepsi jenis ini yang paling banyak digunakan adalah Kondom; yang juga termasuk metode ini adalah diafragma, kondom untuk wanita , dan juga spremisida.

Kondom berkeja dengan mencegah sperma bertemu dengan sel telur sehingga tidak terjadi pembuahan.

Penggunaan kondom akan lebih efektif bila digunakan bersama dengan spermasida ( senyawa kimia terdapat dalam bentuk jeli, tablet vagina, kream, busa vaginal yang berfungsi membunuh sperma.).

Penggunaan kondom cukup efektif selama digunakan secara tepat dan benar. Kegagalan kondom dapat diperkecil dengan menggunakan kondom dengan cara benar, gunakanlah saat ereksi dan lepaskan pada saat ejakulasi.

Kegagalan biasanya terjadi bila kondom robek karena kurang hati-hati atau karena tekanan pada saat ejakulasi sehingga terjadi perembesan. Efek samping dari kondom adalah bila terdapat alergi terhadap karet kondom.

Keuntungan dari kondom dapat dibeli secara bebas diapotik-apotik, mudah digunakan dan kondom juga memperkecil penularan penyakit kelamin.

Hormonal

Ada beberapa cara/metode yang dapat diberikan yaitu suntikan,bentuk pil yang diminum serta susuk atau implant .

Pil Kb termasuk metode yang efektif saat ini ----bekerja dengan mencegah pelepasan sel telur.

Pil Kb mempunyai efektifitas yang tinggi 99% bila digunakan dengan tepat dan secara teratur .

Keuntungan lain pil kb tetap membuat menstruasi yang teratur, mengurangi kram atu sakit saat menstruasi dan penelitian terakhir menyatakan pemakain pil kb dapat mencegah terjadinya kanker rahim. Kesuburan juga dapat kembali pulih dengan menghentikan pemakaian pil ini saja.

Tentu saja ada sedikit efek samping dari pil kb ini yaitu kenaikan atau penurunan berat badan, payudara terasa kencang, mual, muntah, depresi. Dan wanita dengan tekanan darah tinggi dan penyakit jantung dianjurkan tidak menggunakan pil kb ini.

Dalam pemakaian Pil Kb diperlukan komitmen dari wanita untuk dapat memakai secara teratur dan tepat.

Suntikan dan implant /susuk mempunyai cara kerja seperti pil kb. Untuk suntikan yang diberikan 3 bulan sekali (depo Provera) keuntungannya mengurangi resiko lupa minum pil kb, dan keamanan selama 3 bulan.

Efek samping yang diberikan , menstruasi yang tidak teratur dan peningkatan berat badan serta pemulihan kesuburan agak terlambat.

Implant/susuk dengan cara memasukkan tabung kecil dibawah kulit di bagian tangan yang dilakukan oleh dokter anda, dan hormone yang terdapat dlam tabung akan terlepas sedikit –sedikit untuk mencegah kehamilan.

Keuntungannya tidak harus minum pil atau suntikan, dan proses memasukkan tabung ini 1 X dan untuk 2-5 tahun. Dan bila anda ingin berencana hamil kembali hanya melepas implant ini kembali.

Efek samping yang ditimulkan seperti menstruasi yang tidak teratur dan peningkatan berat badan.
Pemakaian KB dengan metode hormonal tidak dianjurkan untuk wanita dengan riwayat tekanan darah tinggi atau penyakit jantung.

IUD (spiral)

IUD atau spiral adalah alat kontrasepsi yang diletakkan didalam rahim.

Bekerja dengan cara mencegah terjadinya implantasi embrio didalam rahim.

Keuntungannya anda tidak eprlu minum pil setiap hari dan efek samping dari hormonal dapat dihindari. Pemasangan ini dapat untuk 3-5 tahun dan dapat dilepaskan setiap saat bila anda berkeinginan untuk mempunyai anak.

Efek sampingnya adalah perdarahan dan kram selama minggu-minggu pertama setelah pemasangan, pemasangan IUD mungkin menimbulkan rasa tidak nyaman, dan dihubungkan dengan resiko infeksi rahim.

IUD tidak boleh digunakan pada wanita dengan riwayat kehamilan ektopik dan riwayat infeksi rahim.

Natural atau alamiah

Disebut juga sebagai system kalender atau pantang berkala. Pada beberapa wanita ini menjadi satu-satunya metode yang dapat diterima.

Cara ini adalah dengan memperkirakan saat masa subur (ovulasi ) dan tidak melakukan hubungan seksual pada saat tersebut.

Metode ini tidak terlalu efektif dan diperlukan kedisiplinan dari wanita untuk selalu mengetahui waktu sat ovulasi atau masa subur.

Dan sebaiknya pada wanita dengan siklus menstruasi yang tidak teratur akan sulit untuk menggunakan metode ini.

Ada beberapa cara untuk mengetahui masa subur. Yaitu:

Dengan cara menghitung tanggal / kalender, cara ini cocok untuk yang punya siklus haid teratur.

Perhitungan ini didasarkan saat ovulasi terjadi pada hari ke 14 dari menstruasi yang akan datang dan dikurangi 2 hari karena sperma dapat hidup selama 48 jam setelah ejakulasi dan ditambahkan 2 hari karena sel telur dapat hidup 24 jam setelah ovulasi.

Jadi Misalnya siklus haidnya 28 hari dan haid terakhirnya terjadi tanggal 1, tanggal haid bulan berikutnya adalah tanggal 28. Dengan demikian, perkiraan waktu ovulasi anda , yaitu di tengah - tengah periode haid yakni tanggal 14. Jadi, masa subur berada pada rentang tanggal 12 hingga 16.

Dengan menilai peningkatan suhu badan, biasanya suhu badan meningkat menjelang dan sesudah masa ovulasi karena pengaruh hormon progesteron.

Dengan menilai lendir rahim. Hormon estrogen mencapai puncaknya pada saat ovulasi terjadi dan memengaruhi lendir rahim.

Menjelang ovulasi biasanya lendir rahim jadi agak encer dan bila diraba dengan dua jari membentuk benang dan berwarna bening.

Ketiga hal ini dapat menjadi petunjuk masa ovulasi/masa subur anda.


Dalam memilih metode kontrasepsi atau KB yang akan digunakan sebaiknya anda merundingkan dengan pasangan anda dan berkonsultasilah dengan dokter anda sehingga dapat memberi saran metode KB apa yang dapat anda pilih dan bekerja baik pada anda.

chubyQ
MedicalEra Active Poster
Posts: 243
graphgraph
User Offline Click here to see the profile of this user
Last Edit: 2010/03/25 20:56 By hata.
The administrator has disabled public write access.

#766
bingung milih KB?? 7 Months, 2 Weeks ago Karma: 17
Gambaran sederhananya

1. Pengantin baru --> Disarankan kontrasepsi kontak seperti Kondom
2. Pengantin udah punya anak --> bisa pil maupun suntik
3. Pasangan yang udah punya anak dan belum merencanakan punya anak lagi--> IUD,
4. Pasangan dengan umur pernikahan lama (udah agak bosen) --> metode pantang berkala boleh menjadi pilihan
5. Sudah tidak mau tambah anak --> Vasektomi dan tubektomi.

bingung milih KB? 7 Months, 3 Weeks ago Karma: 5
Kontrasepsi adalah suatu cara atau alat yang digunakan untuk mencegah kehamilan. Biasanya wanita menggunakan kontrasepsi untuk menunda kehamilan pertamanya dahulu atau menjarangkan kelahiran dengan anak berikutnya.

Ada beberapa metode kontrasepsi yang tersedia, dan dalam memilih apa metode yang cocok untuk anda itu tergantung dari beberapa faktor seperti berapa usia anda, riwayat kesehatan anda, berapa lama anda akan menunda kehamilan anda ini, bagaimana tanggapan suami anda, dan bagaimana pemikiran dan kepercayaan anda sendiri terhadap kontrasepsi ini.

Tapi dari semua faktor diatas yang terpenting adalah apakah anda merasa aman dan nyaman dengan pilihan anda juga pasangan anda. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter anda lebih dahulu bila anda masih tidak yakin dengan pilihan anda.

Ada beberapa metode dari kontrasepsi / KB yang tersedia dan tidak setiap wanita mempunyai kecocokan yang sama.

Jadi dalam memilih kontrasepsi apa yang akan cocok untuk anda, sebaiknya anda mengetahui keuntungan dan kelemahan dari masing-masing metode yang ada, dan berdiskusilah dengan pasangan anda karena yang terpenting adalah anda dan pasangan merasa aman dan nyaman dengan pilihan kontrasepsi anda berdua.

Bila anda masih ragu jangan pernah malu untuk bertanya dan berkonsultasi dengan dokter anda untuk memilih jenis metode kontrasepsi apa yang terbaik untuk anda.

jika anda sudah paham dan ingin mencari tahu lebih lanjut mengenai kontrasepsi yang cocok bagi anda. silahkan cek discussion sebelumnya mengenai beberapa jenis metode untuk KB.

chubyQ
MedicalEra Active Poster
Posts: 243
graphgraph
User Offline Click here to see the profile of this user

Beberapa metode KB 7 Months, 3 Weeks ago Karma: 5
Ada beberapa metode kontrasepsi atau KB yang tersedia. Untuk memilih apa kontrasepsi atau KB yang cocok untuk anda, sebaiknya anda mengetahui kebaikan dan kekurangan dari metode KB ini.

Beberapa metode kontrasepsi:

Metode Perlindungan:

Metode kontrasepsi jenis ini yang paling banyak digunakan adalah Kondom; yang juga termasuk metode ini adalah diafragma, kondom untuk wanita , dan juga spremisida.

Kondom berkeja dengan mencegah sperma bertemu dengan sel telur sehingga tidak terjadi pembuahan.

Penggunaan kondom akan lebih efektif bila digunakan bersama dengan spermasida ( senyawa kimia terdapat dalam bentuk jeli, tablet vagina, kream, busa vaginal yang berfungsi membunuh sperma.).

Penggunaan kondom cukup efektif selama digunakan secara tepat dan benar. Kegagalan kondom dapat diperkecil dengan menggunakan kondom dengan cara benar, gunakanlah saat ereksi dan lepaskan pada saat ejakulasi.

Kegagalan biasanya terjadi bila kondom robek karena kurang hati-hati atau karena tekanan pada saat ejakulasi sehingga terjadi perembesan. Efek samping dari kondom adalah bila terdapat alergi terhadap karet kondom.

Keuntungan dari kondom dapat dibeli secara bebas diapotik-apotik, mudah digunakan dan kondom juga memperkecil penularan penyakit kelamin.

Hormonal

Ada beberapa cara/metode yang dapat diberikan yaitu suntikan,bentuk pil yang diminum serta susuk atau implant .

Pil Kb termasuk metode yang efektif saat ini ----bekerja dengan mencegah pelepasan sel telur.

Pil Kb mempunyai efektifitas yang tinggi 99% bila digunakan dengan tepat dan secara teratur .

Keuntungan lain pil kb tetap membuat menstruasi yang teratur, mengurangi kram atu sakit saat menstruasi dan penelitian terakhir menyatakan pemakain pil kb dapat mencegah terjadinya kanker rahim. Kesuburan juga dapat kembali pulih dengan menghentikan pemakaian pil ini saja.

Tentu saja ada sedikit efek samping dari pil kb ini yaitu kenaikan atau penurunan berat badan, payudara terasa kencang, mual, muntah, depresi. Dan wanita dengan tekanan darah tinggi dan penyakit jantung dianjurkan tidak menggunakan pil kb ini.

Dalam pemakaian Pil Kb diperlukan komitmen dari wanita untuk dapat memakai secara teratur dan tepat.

Suntikan dan implant /susuk mempunyai cara kerja seperti pil kb. Untuk suntikan yang diberikan 3 bulan sekali (depo Provera) keuntungannya mengurangi resiko lupa minum pil kb, dan keamanan selama 3 bulan.

Efek samping yang diberikan , menstruasi yang tidak teratur dan peningkatan berat badan serta pemulihan kesuburan agak terlambat.

Implant/susuk dengan cara memasukkan tabung kecil dibawah kulit di bagian tangan yang dilakukan oleh dokter anda, dan hormone yang terdapat dlam tabung akan terlepas sedikit –sedikit untuk mencegah kehamilan.

Keuntungannya tidak harus minum pil atau suntikan, dan proses memasukkan tabung ini 1 X dan untuk 2-5 tahun. Dan bila anda ingin berencana hamil kembali hanya melepas implant ini kembali.

Efek samping yang ditimulkan seperti menstruasi yang tidak teratur dan peningkatan berat badan.
Pemakaian KB dengan metode hormonal tidak dianjurkan untuk wanita dengan riwayat tekanan darah tinggi atau penyakit jantung.

IUD (spiral)

IUD atau spiral adalah alat kontrasepsi yang diletakkan didalam rahim.

Bekerja dengan cara mencegah terjadinya implantasi embrio didalam rahim.

Keuntungannya anda tidak eprlu minum pil setiap hari dan efek samping dari hormonal dapat dihindari. Pemasangan ini dapat untuk 3-5 tahun dan dapat dilepaskan setiap saat bila anda berkeinginan untuk mempunyai anak.

Efek sampingnya adalah perdarahan dan kram selama minggu-minggu pertama setelah pemasangan, pemasangan IUD mungkin menimbulkan rasa tidak nyaman, dan dihubungkan dengan resiko infeksi rahim.

IUD tidak boleh digunakan pada wanita dengan riwayat kehamilan ektopik dan riwayat infeksi rahim.

Natural atau alamiah

Disebut juga sebagai system kalender atau pantang berkala. Pada beberapa wanita ini menjadi satu-satunya metode yang dapat diterima.

Cara ini adalah dengan memperkirakan saat masa subur (ovulasi ) dan tidak melakukan hubungan seksual pada saat tersebut.

Metode ini tidak terlalu efektif dan diperlukan kedisiplinan dari wanita untuk selalu mengetahui waktu sat ovulasi atau masa subur.

Dan sebaiknya pada wanita dengan siklus menstruasi yang tidak teratur akan sulit untuk menggunakan metode ini.

Ada beberapa cara untuk mengetahui masa subur. Yaitu:

Dengan cara menghitung tanggal / kalender, cara ini cocok untuk yang punya siklus haid teratur.

Perhitungan ini didasarkan saat ovulasi terjadi pada hari ke 14 dari menstruasi yang akan datang dan dikurangi 2 hari karena sperma dapat hidup selama 48 jam setelah ejakulasi dan ditambahkan 2 hari karena sel telur dapat hidup 24 jam setelah ovulasi.

Jadi Misalnya siklus haidnya 28 hari dan haid terakhirnya terjadi tanggal 1, tanggal haid bulan berikutnya adalah tanggal 28. Dengan demikian, perkiraan waktu ovulasi anda , yaitu di tengah - tengah periode haid yakni tanggal 14. Jadi, masa subur berada pada rentang tanggal 12 hingga 16.

Dengan menilai peningkatan suhu badan, biasanya suhu badan meningkat menjelang dan sesudah masa ovulasi karena pengaruh hormon progesteron.

Dengan menilai lendir rahim. Hormon estrogen mencapai puncaknya pada saat ovulasi terjadi dan memengaruhi lendir rahim.

Menjelang ovulasi biasanya lendir rahim jadi agak encer dan bila diraba dengan dua jari membentuk benang dan berwarna bening.

Ketiga hal ini dapat menjadi petunjuk masa ovulasi/masa subur anda.


Dalam memilih metode kontrasepsi atau KB yang akan digunakan sebaiknya anda merundingkan dengan pasangan anda dan berkonsultasilah dengan dokter anda sehingga dapat memberi saran metode KB apa yang dapat anda pilih dan bekerja baik pada anda.

chubyQ
MedicalEra Active Poster
Posts: 243
graphgraph
User Offline Click here to see the profile of this user

Sekilas tentang Kontrasepsi Darurat 7 Months, 2 Weeks ago Karma: 17
Kontrasepsi darurat adalah metode kontrasepsi yang dilakukan setelah berhubungan intim. Berbeda dengan tujuan kontrasepsi pada umumnya yang mencegah pertemuan sperma dan ovum. Kontrasepsi darurat bertujuan mencegah penempelan Zygot ke dinding rahim. Kontrasepsi darurat ini di Barat dikenal sebagai after morning pil. Dan jelas bukan merupakan metode kontrasepsi yang dipakai terus menerus.

a. Kontrasepsi darurat ini dipakai bila:

* Kondom terlepas atau bocor

* Salah dalam menghitung masa subur

* Coitus interuptus yang tidak tepat waktu

* Terlambat minum pil KB

* Terlambat suntik KB

* Korban perkosaan


b. Kapan kontrasepsi darurat ini diminum?

Kontrasepsi darurat diminum sebelum 72 jam setelah berhubungan seks. Tablet kedua diminum 12 jam setelah tablet pertama diminum. Setelah lewat waktu itu. Kemampuannya dalam mencegah kehamilan tidak terlalu bagus

c. Apa nama obat kontrasepsi darurat ini?

Namanya postinor.

d. Bagaimana memperolehnya?

Obat ini dapat dibeli di Apotek dengan resep dokter. Di bidan2 yang melayani pemberian KB, dan di PUSKESMAS. Obat ini tidak dijual bebas dan hanya bisa diperoleh setelah anda beserta pasangan datang menemui petugas kesehatan.

e. Efek samping

Tidak ada efek samping yang terlalu berat. Beberapa efek samping yang mungkin timbul adalah mual, muntah, perdarahan per vaginam, nyeri pada payudara. Rasa kelelahan


Kira-kira segitu dulu. Maaf jika terlalu pendek. Saya tiak ingin memberikan info yang bisa disalahgunakan. Terima kasih.

cara KB alami 6 Months, 3 Weeks ago Karma: 5
Yang dimaksud dengan istilah ‘alamiah’ di sini adalah metoda-metoda yang tidak membutuhkan alat ataupun bahan kimia (yang menjadi ciri khas metode perintang) juga tidak memerlukan obat-obatan (sebagaimana ciri metoda hormonal).

Ada 3 metoda KB alami:
* Memberi ASI selama 6 bulan pertama.
* Metoda pengecekan lender.
* Metoda pengamatan irama.

Memberi ASI selama 6 bulan pertama sesudah persalinan

Dengan kondisi-kondisi tertentu, sekadar menyusui bayi pun bisa mencegah indung telur melepas sel telur ke dalam rahim. Metoda ini sepenunya gratis alias tak makan biaya apa-apa. Tetapi puncak daya gunanya hanya 6 bulan pertama sesudah kelahiran bayi Anda.

Metoda pengecekan lender atau irama

Agar bisa memakai metoda-metoda ini, Anda harus mengerti kapan masa subur Anda selama siklus bulanan. Kadang metoda-metoda ini disebut juga “kesadaran tentang kesuburan”.

Kemudian, agar tidak terjadi kehamilan yang tak diinginkan, Anda dan pasangan Anda harus bersedia berpantang hubungan seks – atau memakai metoda perintang (kondom, dsb.) selama hari-hari subur Anda itu.

Tidak ada pengeluaran biaya dan tidak ada efek sampingnya. Karena itu Anda bisa memakainya dengan aman kapan saja bila Anda tak berhasil dengan metoda lain (misalnya efek sampingnya terlalu merepotkan), atau bila tak ada alat KB.

Agar lebih efektif, Anda dan pasangan Anda harus bersam-sama mengunjungi seorang pekerja kesehatan khusus untuk belajar tentang seluk beluk tubuh Anda dan kesuburannya. Biasanya, sebelum melaksanakan metoda-metoda ini secara sukses, kalian perlu latihan selama 3 – 6 bulan.

Metoda ini gagal bila:
* Anda tidak atau hanya sedikit memegang kendali dalam pengambilan keputusan tentang kapan berhubungan seks. Selama hari-hari subur, pasangan Anda harus bersedia menunggu atau menunda hubungan seks. Bila tidak, ia harus memakai kondom atau Anda memakai metoda perintang lainnya.
* Tanda-tanda kesuburan Anda berubah-ubah dari bulan kebulan. Kalau begini Anda takkan bisa tau pasti kapan Anda subur.
* Anda habis bersalin atau keguguran. Saat itu sulit sekali mengetahui apakah Anda sedang subur atau tidak.

Yang harus diketahui tentang siklus kesuburan perempuan:
* Seorang perempuan mengeluarkan 1 sel telur tiap bulan.
* Sel telur itu dilepas oleh indung telur sekitar 14 hari sebelum haid bulan berikutnya.
* Sel telur hidup selama sekitar 24 jam (sehari – semalam) sesudah dilepaskan.
* Sperma lelaki (yang akan membuahi sel telur hingga menjadi janin) bisa hidup selama 2 hari di dalam tubuh perempuan.

Metoda pengecekan lendir

Perhatikan baik-baik lendir (cairan) dari vagina Anda. Pada hari-hari subur, tubuh Anda menghasilkan lendir untuk membantu sperma memasuki rahim. Periksalah lendir setiap hari untuk mengetahui apakah hari itu Anda subur atau tidak. Hindari hubungan seks pada saat subur.

Metoda pengecekan irama

Yang dimaksud di sini adalah mengetahui kapan hari-hari subur Anda dengan cara menghitung hari-hari dalam siklus bulanan.

Anda tidak bisa mengandalkan metoda ini bila:
* Anda sedang menyusui dan belum mendapat haid lagi.
* Anda baru saja hamil dan haid belum teratur.

Tiap masyarakat punya metoda-metoda pencegahan kehamilan khas-nya sendiri, yang diturunkan dari nenek moyang. Meski jarang seefektif metoda KB modern, banyak juga yang berhasil. Yang harus Anda ingat adalah, ada metoda-metoda tradisional yang tidak membawa hasil sama sekali, dan ada yang malah membahayakan Anda.

Metoda-metoda tradisional yang manjur

Ada 2 metoda yang umumnya manjur untuk mencegah kehamilan:

Menarik keluar penis sebelum ejakulasi.

Dalam bahasa ilmiah ini dinamakan coitus interruptus atau ‘sanggama terputus’.

Caranya, lelaki segera menarik keluar penisnya, mejauhi vagina, ketika ia merasa sudah akan mengeluarkan air mani. Sayangnya metoda ini tidak selalu berhasil baik.

Kadang lelaki tak sempat menarik kelaur penisnya sebelum ejakulasi (ia tak cukup cepat melakukannya).

Kalaupun ia sudah menariknya tepat pada waktunya, tetap saja ada kemungkinan cairan air mani (yang mengandung sperma) bisa sempat meleleh ke dalam vagina sebelum ejakulasi terjadi. Jika begini, tetap saja perempuan bisa hamil.

Memisahkan suami dengan isteri sesudah kelahiran bayi

Adat beberapa masyarakat menentukan bahwa sesudah bayi lahir, suami isteri di larang berhubungan seks sampai beberapa bulan, bahkan beberapa tahun lamanya. Ini bisa berhasil baik; lagipula sang ibi punya waktu untuk memulihkan kondisi kesehatannya sendiri serta merawat bayi tanpa gangguan.

Metoda-metoda tradisional yang tak manjur, atau justru berbahaya bagi Anda

Diantaranya:
* Jimat-jimat atau mantera-mantera tidak akan bisa mencegah kehamilan
* Jamu-jamu dari rerumputan, dedaunan, Lumpur, atau bahan-bahan alamiah lain yang katanya harus dimasukkan ke dalam vagina. Bukan saja tak berguna malah sangat berbahaya: Anda bisa kena infeksi dan iritasi (luka/lecet)
* Mencuci bagian dalam vagina dengan air jamu atau serbuk tidak akan bisa mencegah kehamilan. Jangan lupa, sperma itu geraknya sangat cepat; percuma saja Anda merendam atau mencuci vagina sesudah hubungan seks karena sperma pasti sudah melesat masuk ke rahim.
* Segera buang air kecil sesudah berhubungan seks tidak bisa mencegah kehamilan (tidak pula menggelontor sperma keluar). Tapi bisa mencegah iritasi atau infeksi dalam system urinal Anda, dan sebaiknya Anda lakukan.


PENTING!
Semua metoda KB alamiah TIDAK melindungi Anda dari penyakit yang menular lewat hubungan seks, termasuk HIV/AIDS. Metoda-metoda di atas ini HANYA mencegah kehamilan saja. Usaha melindungi diri dari penularan penyakit, Anda masih harus memakai metoda perintang. semoga membantu

sedikit mengenai tubektomi 7 Months, 3 Weeks ago Karma: 5
Tubektomi
Kontrasepsi Mantap Untuk Wanita(Contraseptive for womens)


Profil

* Sangat efektif dan mantap

* Tindakan pembedahan yang aman dan sederhana

* Tidak ada efek samping

* Konseling dan informed consent (persetujuan tindakan) mutlak diperlukan

* Tubektomi adalah prosedur bedah sukarela untuk menghentikan fertilitas (kesuburan) seseorang perempuan

Jenis

* Minilaparotomi

* Laparoskopi

Mekanisme Kerja

Dengan mengoklusi tuba falopi (mengikat dan memotong atau memasang cincin), sehingga sperma tidak dapat bertemu dengan ovum

Keuntungan Kontrasepsi
* Sangat efektif (0,5 kehamilan per 100 perempuan selama tahun pertama penggunaan)
* Tidak mempengaruhi proses menyusui (breastfeeding)
* Tidak bergantung pada faktor senggama
* Baik bagi klien apabila kehamilan akan menjadi risik kesehatan yang serius
* Pembedahan sederhana, dapat dilakukan dengan anestesi lokal
* Tidak ada efek samping dalam jangka panjang
* Tidak ada perubahan dalam fungsi seksual (tidak ada efek pada produksi hormon ovarium)
Keuntungan Non Kontrasepsi
* Berkurangnya risiko kanker ovarium

Keterbatasan
* Harus dipertimbangkan sifat mantap metode kontrasepsi ini (tidak dapat dipulihkan kembali), kecuali dengan rekanalisasi
* Klien dapat menyesal di kemudian hari
* Risiko komplikasi kecil (meningkat apabila digunakan anestesi umum)
* Rasa sakit/ketidaknyamanan dalam jangka pendek setelah tindakan
* Dilakukan oleh dokter terlatih (dibutuhkan dokter spesialis ginekologi untuk proses laparoskopi)
* Tidak melindungi diri dari IMS, termasuk HBV dan HIV/AIDS



Isu-isu Klien
* Klien mempunyai hak untuk berubah pikiran setiap waktu sebelum prosedur ini
* Informed consent harus diperoleh dan standard consent form harus ditanda-tangani oleh klien sebelum prosedur dilakukan


Yang Tidak Boleh Menjalani Tubektomi
* Hamil
* Perdarahan vaginal yang belum terjelaskan
* Infeksi sistemik atau pelvik yang akut
* Tidak boleh menjalani proses pembedahan
* Kurang pasti mengenai keinginannya untuk fertilitas di masa depan
* Belum memberikan persetujuan tertulis



Kapan Dilakukan

* Setiap waktu selama siklus menstruasi apabila diyakini secara rasional klien tidak hamil
* Hari ke-6 hingga ke-13 dari siklus menstruasi (fase proliferasi)
* Pascapersalinan; minilap di dalam waktu 2 hari atau hingga 6 minggu atau 12 minggu, laparoskopi tidak tepat untuk klien pascapersalinan
* Pascakeguguran; Triwulan pertama (minilap atau laparoskopi), Triwulan kedua (minilap saja)

METODE kontrasepsi dapat membantu mengurangi masalah-masalah kewanitaan yang paling dasar dan utama bagi kesehatan reproduksi. Peningkatan dan perluasan pelayanan keluarga berencana merupakan salah satu usaha untuk menurunkan angka kematian ibu yang meningkat setiap tahun.

Banyak masyarakat Indonesia yang masih menganggap bahwa penggunaan alat kontrasepsi sarat dengan efek samping dan stigma-stigma yang kurang tepat. Padahal seiring dengan berkembangnya penelitian di bidang kesehatan, penggunaan metode KB memiliki potensi yang besar untuk pengobatan pada wanita seperti gangguan haid atau jerawat.

Namun, masih banyak masyarakat yang belum mendapat informasi yang tepat mengenai manfaat KB sehingga banyak tersebar mitos yang perlu diluruskan, mulai dari Pil KB yang dulu sempat dicurigai bisa menyebabkan kanker, membuat kulit wajah berjerawat, KB suntik yang membuat flek di wajah, sampai kondom yang tidak terlalu efektif mencegah kehamilan.

Di sini kami coba membahas beberapa metode KB dan mitos yang melekat.

Pil KB

Pil KB adalah kontrasepsi oral hormonal yang diminum secara rutin setiap hari untuk mencegah kehamilan. Hormon yang terkandung di dalam Pil KB, yaitu hormon estrogen dan progesteron, adalah hormon yang sama yang diproduksi oleh tubuh wanita. Meminum Pil KB secara teratur akan membantu menstabilkan level kedua hormon di dalam tubuh. Dan hal ini yang membantu dalam pencegahan kehamilan.

Mitos: Pil KB bikin gemuk.

Fakta: Tidak benar! Karena kandungan hormon yang ada pada setiap butir Pil KB berdosis rendah sehingga tidak akan membuat berat badan naik.

Mitos: Pil KB bikin kulit tidak sehat dan jerawatan.

Fakta: Tidak benar! Pil KB memiliki kandungan hormon estrogen yang membantu menjaga kehalusan dan kesehatan kulit.

Mitos: Pil KB membuat tulang menjadi rapuh.

Fakta: Tidak benar! Kandungan dua hormon yang ada pada setiap butir Pil KB membantu pencegahan pengapuran dini pada tulang atau yang lebih sering disebut dengan osteoporosis.

Mitos: Pil KB beresiko pada kandungan.

Fakta: Tidak benar! Secara klinis, konsumsi Pil KB secara teratur akan membantu mencegah risiko kehamilan di luar rahim, kista, atau pun kanker rahim.

Mitos: Pil KB mengurangi kesuburan.

Fakta: Tidak benar! Pil KB mampu menjaga tingkat kesuburan dan cukup menghentikan pemakaian untuk kembali memeroleh kehamilan.

Mitos: Jika meminum Pil KB Laktasi hanya mengandung satu jenis hormon, yaitu hormon progestin yang tidak memiliki pengaruh terhadap kualitas maupun produktifitas ASI.

IUD (Intra Uterine Contraceptive Devices)

Salah satu pilihan praktis yang dapat menjadi alternatif dalam ber-KB adalah IUD atau intra Uterine Contraceptive Devices. Sebagai alat kontrasepsi non hormonal jangka panjang yang dipasang di dalam rahim dengan bantuan tenaga medis terlatih, IUD mampu mencegah kehamilan selama 10 tahun.

Selain memiliki tingkat efektivitas 99,4 persen dalam mencegah kehamilan, batang plastik yang dililit tembaga ini juga mampu melindungi Anda dari kehamilan ektopik. Anda hanya perlu melakukan konsultasi secara rutin dengan bidan/dokter terdekat sekali dalam setahun untuk memastikan kondisi IUD di dalam rahim Anda. IUD sangat kecil, berbentuk huruf T, berukuran hanya 3 cm, sehingga nyaman digunakan dan tidak akan mengganggu kemesraan Anda dengan suami.

Mitos: Batang IUD dapat menempel di kepala bayi setelah melahirkan.

Fakta: Tidak benar! Karena pada saat diketahui seorang wanita positif hamil, dokter atau bidan akan langsung mengeluarkan/melepas IUD dari rahim.

Mitos: IUD biasa berpindah tempat setelah dipasang.

Fakta: IUD tidak dapat berpindah tempat, namun mungkin bergeser sedikit dari sejak waktu pemasangan. Karena itu penting untuk melakukan pemeriksaan rutin setahun sekali ke bidan/dokter untuk memeriksa keadaan IUD di dalam rahim.

Suntikan KB

Suntikan KB merupakan salah satu metode pencegahan kehamilan yang paling banyak digunakan di Indonesia. Secara umum, suntikan KB bekerja untuk mengentalkan lendir rahim sehingga sulit ditembus oleh sperma. Selain itu, suntikan KB juga membantu mencegah sel telur menempel di dinding rahim sehingga kehamilan dapat dihindari.

Mitos: Ada yang bilang Suntik KB dapat menghilangkan menstruasi.

Fakta: Suntikan KB tersedia dalam pilihan 1 bulan atau 3 bulan. Pada suntikan 3 bulan, karena kandungan hormon yang lebih besar dibandingkan suntikan 1 bulan, sering mengakibatkan terhentinya siklus menstruasi yang biasanya terjadi setiap bulan.

Implant

Implant adalah alat kontrasepsi hormonal jangka panjang. Alat kontrasepsi ini mengandung hormon levonorgestrel dan dipasang di dalam lengan bagian atas. Implant sangat praktis dan efektif mencegah kehamilan hingga 4 tahun.

Mitos: Implant dapat berpindah tempat.

Fakta: Tidak benar! Implant dipasang di lengan bagian atas dan efektif mencegah kehamilan selama 4 tahun.

Dari beberapa mitos yang selama ini beredar di masyarakat yang membuat ketakutan para wanita selama ini terjawab sudah dengan fakta-fakta yang ada. Kesimpulan dari semua itu adalah untuk dapat memilih metode kontrasepsi atau KB yang akan digunakan, sebaiknya Anda merundingkannya dengan pasangan Anda dan berkonsultasi dengan dokter.

Dokter dapat memberi saran metode KB apa yang dapat Anda pilih. Pastikan Anda mengikuti petunjuk yang diberikan oleh bidan/dokter selama menggunakan KB untuk menjamin efektivitas kontrasepsi tersebut dalam melindungi Anda dari kehamilan.

Epilepsi dipengaruhi oleh keseimbangan hormonal (estrogen dan progesteron). Wanita penyandang epilepsi dengan rasio estrogen-progesteron yang meningkat akan lebih sering mengalami kejang dibandingkan dengan yang rasionya menurun.

Pada kontrasepsi dan epilepsi:

* Obat antiepilepsi dapat sebabkan kegagalan kontrasepsi.

* fenitoin, fenobarbital, karbamazepin, dan primidon dapat menurunkan efek kontrasepsi oral.

* sebaiknya gunakan kontrasepsi oral yang mengandung 50 mcg etinil estradiol.

* kontrasepsi suntik (depo provera) dapat memperbaiki kejang.



Kontrasepsi yang efektifitasnya menurun bila menggunakan OAE:

* Minipil KB (mengandung hormon aktif progesteron)
* Suntikan Kombinasi (mengandung hormon aktif estrogen dan progesteron) setiap satu bulanan
* Implant (berisi hormon progestin) lama kerja ada yang 3 tahun dan 5 tahun

Menyusui Merupakan Kontrasepsi 7 Months, 2 Weeks ago Karma: 4
METODE AMENOREA LAKTASI (MAL)

Gambaran umum

* Metode Amenorea Laktasi (MAL) adalah kontrasepsi yang mengandalkan pem­berian Air Susu Ibu (AST).
* MAL sebagai kontrasepsi bila:
o menyusui secara penuh (full breastfeeding)

o belum haid

o umur bayi kurang dari 6 bulan.

* Efektif sampai 6 bulan.
* Harus dilanjutkan dengan pemakaian metode kontrasepsi lainnya.



Cara Kerja

* Penundaan / penekanan ovulasi.

Yang Seharusnya Tidak Pakai MAL
* Sudah mendapat haid setelah bersalin.
* Tidak menyusui secara eksklusif.
* Bayinya sudah berumur lebih dari 6 bulan.
* Bekerja dan terpisah dari bayi lebih lama dari 6 jam.



Beberapa catatan dari konsensus Bellagio (1988) untuk mencapai keefektifan 98%

* Ibu harus menyusui secara penuh atau hampir penuh (hanya sesekali diberi 1-2 teguk air/minuman pada upacara adat/agama).
* Perdarahan sebelum 56 hari pascapersalinan dapat diabaikan (belum dianggap haid)
* Bayi menghisap secara langsung.
* Menyusui dimulai dari setengah sampai satu jam setelah bayi lahir.
* Kolostrum diberikan kepada bayi.
* Pola menyusui on demand dan dari kedua payudara.
* Sering menyusui selama 24 jam termasuk malam hari.
* Hindari jarak menyusui lebih dari 4 jam.



Setelah bayi berumur 6 bulan, kembalinya kesuburan mungkin didahului haid, tetapi dapat juga tanpa didahului haid. Efek ketidaksuburan karena menyusui sangat dipengaruhi oleh aspek-aspek:

* Cara menyusui.
* Seringnya menyusui.
* Lamanya setiap kali menyusui.
* Jarak antara menyusui.
* Kesungguhan menyusui



Efek samping

* Tidak ada



Komplikasi

* Tidak ada

KONTRASEPSI PIL PROGESTIN (MINIPIL) 7 Months, 2 Weeks ago Karma: 4
Gambaran umum

* Cocok untuk perempuan menyusui yang ingin memakai pil KB.
* Tidak menurunkan produksi ASI.
* Efek samping utama adalah gangguan perdarahan; perdarahan bercak, atau per­darahan tidak teratur.

* Dapat dipakai sebagai kontrasepsi darurat.



Jenis Minipil

* Kemasan dengan isi 35 pil: 300 µg levonorgestrel atau 350 µg noretindron.
* Kemasan dengan isi 28 pil: 75 µg norgestrel.



Cara Kerja Minipil

* Menekan sekresi gonadotropin dan sintesis steroid seks di ovarium (tidak begitu kuat).
* Endometrium mengalami transformasi lebih awal sehingga implantasi lebih sulit.
* Mengentalkan lendir serviks sehingga menghambat penetrasi sperma.
* Mengubah motilitas tuba sehingga transportasi sperma terganggu.



Efektivitas

Sangat efektif (98,5%). Pada penggunaan minipil jangan sampai terlupa satu-dua tablet atau jangan sampai terjadi gangguan gastrointestinal (muntah, diare), karena akibatnya kemungkinan terjadi kehamilan sangat besar. Penggunaan obat-obat mu­kolitik asetilsistein bersamaan dengan minipil perlu dihindari karena mukolitik jenis ini dapat meningkatkan penetrasi sperma sehingga kemampuan kontraseptif dari minipil dapat terganggu.

Agar didapatkan kehandalan yang tinggi, maka:
* Jangan sampai ada tablet yang lupa.
* Tablet digunakan pada jam yang sama (malam hari).
* Sanggama sebaiknya dilakukan 3-20 jam stlh penggunaan minipil.


Komplikasi

* Hampir 30 - 60% mengalami gangguan haid (perdarahan sela, spotting, ame­norea).
* Peningkatan/penurunan berat badan.
* Harus digunakan setiap had dan pada waktu yang sama.
* Bila lupa satu pil saja, kegagalan menjadi lebih besar.
* Payudara menjadi tegang, mual, pusing, dermatitis atau jerawat.
* Risiko kehamilan ektopik cukup tinggi (4 dari 100 kehamilan), tetapi risiko ini lebih rendah jika dibandingkan dengan perempuan yang tidak menggunakan minipil.
* Efektivitasnya menjadi rendah bila digunakan bersamaan dengan obat tuberku­losis atau obat epilepsi.
* Tidak melindungi diri dari infeksi menular seksual atau HIV/AIDS.
* Hirsutisme (tumbuh rambut/bulu berlebihan di daerah muka), tetapi sangat jarang terjadi.


cutemarshmallow
MedicalEra Newbie
Posts: 97
graphgraph
User Offline Click here to see the profile of this user

KB Suntik Akibatkan Penurunan Densitas Mineral Tulang? 7 Months, 3 Weeks ago Karma: 3
Perempuan Beresiko Tinggi Terhadap Penurunan Densitas Mineral Tulang Akibat Suntikan KB Berhasil Diidentifikasi

Tim peneliti University of Texas Medical Branch, Galveston, melaporkan bahwa hampir separuh perempuan yang menggunakan suntikan kontrasepsi DMPA (depot medroxyprogesterone acetate), mengalami penurunan densitas mineral tulang dalam jumlah tinggi di pinggul dan vertebra (tulang belakang) bawah dalam 2 tahun setelah suntikan ini diberikan.

Studi ini yang pertama kali membuktikan bahwa perempuan yang mendapat suntikan kontrasepsi DMPA, juga merokok dan mempunyai asupan kalsium yang rendah serta belum pernah melahirkan, mempunyai resiko paling tinggi untuk mengalami penurunan densitas mineral tulang.

Suntikan DMPA secara relatif cukup murah, mempunyai angka kegagalan rendah dan tidak perlu diberikan setiap hari (suntikan diberikan setiap 3 bulan sekali) sehingga menjadi metode kontrasepsi yang populer.

Dr. Abbey Berenson yang memimpin studi ini menyatakan bahwa penurunan densitas mineral tulang bukan merupakan masalah yang bermakna untuk dikhawatirkan oleh seluruh perempuan yang menggunakan DMPA.

Para peneliti menyatakan bahwa meskipun hasil studi ini dapat membantu dokter untuk memberi nasehat kepada perempuan yang mempunyai faktor resiko yang dapat diubah dan ingin menggunakan DMPA, tetapi pencegahan penurunan densitas mineral tulang akibat penggunaan kontrasepsi dan reversibilitas penurunan densitas mineral tulang masih belum dipahami sepenuhnya dan masih memerlukan studi lanjutan.

Disimpulkan bahwa resiko penurunan densitas mineral tulang akibat pemberian suntikan kontrasepsi DMPA dapat dikurangi dengan berhenti merokok dan meningkatkan asupan kalsium.

vasektomi tanpa scalpel 7 Months, 3 Weeks ago Karma: 5
(No Scalpel Vasectomy
Contraseptive for mens)

Vasektomi Tanpa Pisau
Kontrasepsi untuk pria


Profil

Hingga saat ini diseluruh dunia Vasektomi Tanpa Pisau telah diterima oleh lebih dari 9 juta pria. Vasektomi Tanpa Pisau diyakini telah menurunkan derajat kengerian pada para pria terhadap terhadap pembedahan vasektomi. Hal ini terjadi karena vasektomi tanpa pisau tidak memerlukan penyayatan dengan pisau bedah (Antarsh, 1988). Selama bertahun-tahun laporan klinis juga telah mendokumentasikan keamanan, efisiensi dan kenyamanan klien terhadap prosedur Vasektomi Tanpa Pisau.

Akibat dari Vasektomi

Pandangan keliru sampai saat ini dari sebagian besar masyarakat masih menganggap vasektomi sama dengan kastrasi (kebiri), sehingga dikhawatirkan dapat mengakibatkan kegemukan dan kehilangan potensi sebagai laki-laki. Tindakan vasektomi hanya memutus kontinuitas vas deferens yang berfungsi menyalurkan spermatozoa dari testis, sehingga penyaluran spermatozoa melalui saluran tersebut dihambat. Sumbatan pada vas deferen tidak mempengaruhi jaringan interstitiel pada testis, sehingga sel-sel Leydig tetap menghasilkan hormon testosteron seperti biasa dan libido juga tidak berubah.

Keuntungan Vasektomi Tanpa Pisau

* Tidak menyebabkan pembengkakan pada lokasi injeksi anestesi dan lubang luka
* Mengurangi ketidak nyamanan klien karena adanya blok peri vasal
* Kerusakan jaringan lebih sedikit.
* Vas deferens diikat di bawah penglihatan secara langsung
* Berkurangnya risiko perdarahan dan hematoma
* Tidak perlu jahitan untuk penutupan kulit luka (cukup dengan handiplash)
* Prosedur memakan waktu lebih sedikit (10 - 15 menit)
* Dapat mengurangi ketakutan pria terhadap vasektomi sebagai pembedahan.



Mekanisme Tindakan


Vasektomi merupakan operasi kecil dimana vas deferens yang berfungsi sebagai saluran transportasi spermatozoa dipotong dan disumbat. Setelah operasi minor ini, spermatozoa akan terbendung pada ujung vas sisi testis yang telah disumbat. Karena vasektomi tidak mempengaruhi fungsi dari kelenjar-kelenjar asesoris maka produksi cairan semen tetap berlangsung dan pria yang divasektomi tetap berejakulasi dan ejakulatnya tanpa mengandung sel spermatozoa. Testis juga tidak terpengaruh dan tetap berfungsi penuh sehingga pria tetap mempunyai perasaan, keinginan, dan kemampuan seksual yang sama dengan sebelum vasektomi.



Waktu dilakukan prosedur vasektomi

Setiap pria, suami dari suatu pasangan usia subur yang telah memiliki jumlah anak cukup dan tidak ingin menambah anak lagi, sehat tanpa kontraindikasi dapat dilakuan prosedur vasektomi tanpa pisau sesegera mungkin sesuai dengan keinginan mereka

Tempat dan Provider Vasektomi

VTP dapat dilakukan di rumah sakit, klinik keluarga berencana, puskesmas, praktek bersama dokter spesialis, tempat praktek dokter pribadi, dan fasilitas layanan bergerak. Provider VTP adalah dokter spesialis urologi atau bedah dan atau dokter umum yang terlatih

Efek Samping

Rasa nyeri atau ketidaknyamanan akibat pembedahan yang biasanya hanya berlangsung beberapa hari. Pembentukan granuloma relatif jarang dan merupakan keluhan yang nantinya hilang sendiri

Keamanan

Prosedur VTP dilakukan dengan anastesi lokal dan akses terhadap vas mudah diperoleh, maka prosedur ini lebih aman dibandingkan teknik kontrasepsi mantap wanita. Kurang dari 0,4 % pria (Nirapathpongporn et al., 1990) mengalami komplikasi dalam bentuk infeksi maupun pembentukan hematoma. Penapisan klien sebelum prosedur dilakukan, mengurangi kemungkinan munculnya komplikasi. Faktor-faktor yang mungkin menimbulkan komplikasi pada VTP mencakup pembedahan/cedera saluran genital yang terjadi sebelumnya dan kelainan kongenital

Persyaratan klien dapat dilakukan prosedur vasektomi

* Sukarela, artinya klien telah mengerti dan memahami segala akibat prosedur vasektomi selanjutnya memutuskan pilihannya atas keinginan sendiri, dengan mengisi dan menandatangani informed concent (persetujuan tindakan)

* Bahagia, artinya klien terikat dalam perkawinan yang syah dan telah mempunyai jumlah anak minimal 2 orang dengan umur anak terkecil minimal 2 tahun

* Sehat, melalui pemeriksaan oleh dokter klien dianggap sehat dan memenuhi persyaratan medis untuk dilakukan prosedur tindakan vasektomi.